Kamis, 21 Mei 2015

Kultum Subuh malam ke 16 “Nilai Shadaqah dan Infaq”


Kultum Subuh malam ke 16 “Nilai Shadaqah dan Infaq”

Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt. Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 274 yang artinya “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka akan dapat pahala disisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 274).

Berdasarkan ayat di atas, setiap muslim hendaknya berhemat dalam mengeluarkan hartanya untuk memenuhi kepentingan hidupnya, agar hartanya tidak habis begitu juga. Sebab berkewajiban mengajak orang lain dalam menikmati dan memanfaatkan harta yang Allah karuniakan kepadanya. Kekayaan hendaknya kita gunakan membantu kepentingan umum, menolong fakir miskin, dan ikut meringankan penderitaan orang-orang yang susah dan tidak mampu.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Hai anak Adam, kalau engkau mendermakan kelebihanmu, itu lebih baik bagimu, dan apabila engkau tahan saja, itu berbahaya bagimu. Dan engkau tidak akan tercela atas kesederhanaan dan dahulukan orang-orang yang menjadi tanggunganmu. Dan tangan yang di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (yang menerima).” (HR. Muslim).

Allah melarang memboroskan harta, dan memerintahkan agar memberikan harta kepada kaum kerabat dan fakir miskin. Karena orang yang mubadzir (tidak mengeluarkan harta yang berguna) adalah perusak yang bodoh, tidak punya perhitungan, menyiakan-nyiakan harta pada keinginan nafsu tertentu. Bagaimana orang-orang yang semacam ini bisa membayarkan hak yang telah menjadi kewajibannya.

Para jamaah sholat subuh yang berbahagia, sebetulnya murah hati dan dermawan itu dapat dipelajari, tentu saja dengan membiasakan diri sejak kecil serta meniru tingkah laku yang diamalkan oleh Rasulullah saw. Dengan demikian akan bertahan di dalam hati sanubari bahwa apa yang telah didermakan itu bukanlah sia-sia, sebab Rasulullah saw. sendiri telah mengamalkannya. Dengan cara demikian, akhirnya sifat kikir akan terkikis habis dari jiwa seseorang dan berganti dengan sifat kedermawanan. Semoga amal kita senantiasa diterima oleh Allah swt., dan kita akan mendapatkan pahala dari Allah yang banyak untuk di dunia dan akhiat kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...