Selasa, 19 Mei 2015

Kultum Fadhilah atau keutamaan Sholat Malam Jilid 2


Kultum Fadhilah atau keutamaan Sholat Malam Jilid 2

Kultum Fadhilah atau keutamaan Sholat Malam Jilid 2 ini terdiri dari 6 macam, sambungan dari Kultum Fadhilah atau keutamaan Sholat Malam Jilid 1.

6.      Qiyamul lail adalah bekal untuk menghadapi hari kiamat, hari yang penuh dengan kesulitan. Allah SWT memerintah di dalam Al-Quran yang artinya “Dan pada sebagian malam, bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang saat malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan tidak memedulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (hari akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Apabila menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka”. (Al-Insan: 26-28).

7.      Allah menjamin kedudukan yang terpuji untuk Nabi-Nya dengan pelaksanaan shalat tahajjud. Allah SWT berfirman, yang artinya “Dan pada sebagian malam, bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (Al-Isra`: 79).

8.      Orang-orang yang menegakkan qiyamul lail pada akhir malam tergolong ke dalam orang-orang yang memohon ampun pada waktu sahur. Allah telah memuji mereka dalam firman-Nya, yang artinya “Yaitu) orang-orang yang berdoa, ‘Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.’ (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun pada waktu sahur”. (Ali ‘Imran: 16-17).

9.      Shalat lail adalah shalat sunnah yang paling utama setelah shalat wajib. Abu Hurairah, ra. meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, yang artinya “Seutama-utama puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) bulan Allah, Muharram, dan seutama-utama shalat setelah (shalat) fardhu adalah Shalat Lail”.

10.  Sedekat-dekat keberadaan Allah terhadap hamba-Nya terhitung pada saat pelaksanaan shalat lail. Dalam hadits ‘Amr bin ‘Abasah, ra. Bahwa Nabi SAW telah bersabda, yang artinya “Sedekat-dekat keberadaan Allah terhadap seorang hamba adalah pada pertengahan malam terakhir. Maka, kalau engkau mampu menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu, lakukanlah.

11.  Shalat Lail termasuk penyebab yang menjadikan seseorang terhindar dari fitnah sebagaimana dalam hadits Ummu Salamah. Ra yang artinya “Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam terbangun pada suatu malam lalu bersabda, ‘Subhanallah terhadap segala sesuatu yang diturunkan pada malam ini berupa fitnah dan segala sesuatu yang dibuka berupa berbagai perbendaharaan. Bangunkanlah (para perempuan) pemilik kamar karena (mereka) kadang berpakaian di dunia, (tetapi) telanjang di akhirat”.
Bersambung pada “Kultum Fadhilah atau keutamaan Sholat Malam Jilid 3”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...