Rabu, 20 Mei 2015

Impian mengumrohkan orang tua di Isra Miraj


Impian mengumrohkan orang tua

Impian mengumrohkan orang tua bagaimana caranya? Aku adalah anak yang paling tua dalam keluargaku. Sedangkan adik-adikku semunya sudah mendirikan rumah tangga. Sedangkan aku masih belum punya jodoh. Mungkin masih belum jumpa. Aku punya impian, impianku usalah satunya ingin mengumrohkan orang tuaku. Tapi apakah bisa ya. Aku hanya bekerja sebagai tenaga honorer disebuah sekolah di daerahku, gajiku hanya sebesar 450.000 perbulannya. Itupun diterima tiga bulan sekali, karena gaji kami itu menggunakan dana bos. Aku masih numpang dengan ibuku, dan aku juga diangkat oleh orang tua angkatku di kota Singkawang. Aku tinggal di rumahnya, selama 8 tahun hingga sekarang, hingga aku menjadi seorang sarjana. Tapi sarjana itu, bagaimana akan aku pergunakan. Aku berdo’a pada Tuhan agar melenbihkan rezkiku, biar aku dapat mengumrohkan kedua orang tuaku serta guruku (rencanaku). Apakah itu mungkin? Jika dipikir dengan akal rasional, itu tidak mungkin. Kenapa? Gajiku hanya 450.000, sedangkan itu juga buat makan, minum, jajan, bensin, dan lain sebagainya. Mana bisa kaya aku seperti itu. Bagaimana bisa mau umrohkan orang tua.

Aku kerja lain, aku jualan buku dari sekolah ke sekolah, buku LKS atau buku Paket atau juga buku Ramadhan. Kadang-kadang ada kepala sekolah yang beli, ada juga yang tidak mau. Kadang-kadang pula ada juga yang acuh. Ya mungkin karena serpisku yang kurang memuaskan mereka, atau tutur kataku yang menyingung mereka. Biaya umroh yang paling murah 19.000.000 (sembilan belas juta rupiah), untuk 7 hari dalam perjalanan. Sedangkan yang lain ada yang 25 juta, 14 hari dalam perjalanan. Walaupun hanya tujuh hari tidak apa, yang penting ibu dan bapakku bisa menjadi tamu Allah. Sebentar lagi tetanggaku akan umroh, ibuku kepengen sekali mau ikut. Tadi saja ia mau ke pasar, mau abil uang di bank, katanya mengguraui aku, untuk umroh. Tapi, itu mimpi, hayalan disiang hari. Nanam padi, tidak memuaskan, hasil dari buah jeruk kurang memuaskan, tapi syukurlah ada juga, dari pada tidak ada sama sekali.

Demi cita-cita dan impian aku banting tulang pagi siang dan malam, hingga lupa untuk makan atau istirahat. Aku zalim pada diriku sendiri, kenapa semua itu aku lakukan? Tiada lain untuk kaya, untuk kaya, “kaya”. Agar aku dapat mengumrohkan kedua orang tuaku, guru agamaku, guru ngajiku, serta ortu angkatku, adik-adikku, aku. Maafkan aku ibu, aku tidak bisa memenuhi janjiku, aku tidak bisa membahagiakan kalian, maafkan aku.          
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...