Rabu, 27 Mei 2015

Puisi Sedih: Buat apa menangisi kematianku


Buat apa menangisi kematianku

Buat apa menangisi kematianku
Sedangkan aku telah mati
Ketika aku hidup atau ketika aku sakit
Mana engkau perdulikan aku
Ingin menjenguk saja engkau tak mau
Apalagi tuk menjengukku
Sms atau telpon kau tak sudi

Mungkin ini semua memang sudah nasibku
Mungkin ini memang suratan bagiku
Aku mencintaimu dengan seluruh nyawaku
Aku menyayangimu bukan dengan separuh napasku
Aku mencintai dan menyayangi dengan seluruh nyawa ragaku

Semua aku lakukan buatmu
Semua aku lakukan demi kamu
Tapi, apa yang aku dapatkan darimu
Apa yang kau berikan padaku
Tidak ada sama sekali

Cinta dan kasih sayangmu yang kuharapkan
Belaian dan pelukanmu yang kuimpikan
Semuanya kau berikan pada orang lain
Untuku tak pernah kau sisakan saa sekali

Pengorbananku ibarat air di daun keladi
Jerih payahku hilang dihembus sang bayu
Kini apa lagi yang tersisa padaku
Hanya cinta yang telah usang
Cinta yang telah layu
Cinta yang akan segera mati

Sebenarnya yang aku rasakan
Aku matipun kau tak akan peduli
Malahan kau akan bergembira karena aku mati
Kau senang karena kepergianku
Kau akan bersenang-senang dengan laki-laki lain
Kau akan hura-hura dengannya
Kau akan poya-poya dengannya
Jalan-jalan
Mandi-mandi
Main-main
Semuanya kau lakukan dengan orang lain
Sedangkan aku sudah menjadi “roh”
Yang selalu mengintaimu dari balik pintu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...