Minggu, 31 Mei 2015

Amalan Malam dan Puasa Nisfu Sya'ban?


Amalan Malam dan Puasa Nisfu Syaban?

Amalan malam dan puasa nisfu sya’ban. Sebelum membahas amalam malam dan puasa nisfu sya’ban, penulis akan mendefenisikan arti dari nisfu. Kata NISFU artinya pertengahan, maka malam Nisfu Sya’ban artinya malam pertengahan bulan Sya’ban. Kalau dirujuk kepada kalender Hijriyah, maka malam itu jatuh pada tanggal 14 Sya’ban karena pergantian tanggal sesuai penanggalan Hilaliyah atau yang meggunakan patokan rembulan adalah saat matahari terbenam atau  malam tiba. Pada malam nisfu Sya’ban ini, biasanya pada daerah-daerah tertentu yang mempercainya, akan melakukan hal-hal tertentu atau acara-acara tertentu. Misalnya dengan sholat magrib atau isya berjamaah, kemudian membaca surah yasin tiga kali, serta membaca doa tiga macam. Sedangkan do’a yang dibaca, diantaranya ialah do’a panjang umur, do’a mendapatkan rezeki, dan do’a keselamatan di dunia dan di akhirat. Akan tetapi “Benarkah ada tuntunan dari Rasulullah di malam ini?”

Suatu riwayat yang disampaikan oleh Aisyah yang artinya “Sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban)” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)

Dalam hadits yang lain juga diterangkan bahwa, Usamah bin Zaid berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalam beberapa bulan seperti puasamu di bulan Sya’ban. Beliau menjawab, ‘Itu adalah satu bulan yang manusia lalai darinya. (Bulan itu adalah) bulan antara Rajab dan Ramadan, dan pada bulan itu amalan-amalan manusia diangkat kepada Rabbul ‘alamin, maka aku ingin supaya amalanku diangkat pada saat aku berpuasa.’ ” (HR. an-Nasa’i: 1/322, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 4/103)

Maka dari sini kita ketahui bahwa hadits tentang fadhilah (keutamaan ) menghidupkan malam Nisfu Syaban dan berpuasa di siang harinya tidaklah sah dan tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi). Para ulama menyatakan hal itu sebagai amalan bid’ah dalam agama. [Lihat Fatawa Lajnah Da’imah: 4/277, fatwa no. 884]. [konsultasi syari’ah].



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...