April 2015


Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt. diantara perintah Allah, yaitu kita mematuhi perintah Rasul dan menjauhi larangannya. Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Apapun yang telah saya larang kepadamu, maka jauhilah. Dan apapun yang telah saya perintahkan kepadamu, maka lakukanlah semaksimal mungkin. Sesungguhnya kehancuran orang-orang yang sebelum kalian itu hanyalah pertanyaan mereka yang berlebih-lebihan dan perselisihan mereka terhadap para nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits di atas bahwa kewajiban setiap muslim untuk mematuhi segala perintah, baik yang berbentuk wajib maupun yang berbentuk sunnah (anjuran), sistem pelaksanaannya oleh Nabi saw. dibatasi dengan kadar kemampuannya saja. Contohnya: melakukan sholat yang tidak dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan berdiri, maka sholat tersebut boleh dilakukan dengan duduk saja. Berpuasa pada bulan Ramadhan, oleh orang yang sudah tua, yang sudah tidak sanggup untuk menjalankannya, boleh diganti dengan membayar fidyah. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya.

Allah swt. berfirman dalam Al-Quran yang artinya “Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mareka tidak dianiaya.” (QS. Al-Mu’minun: 62).

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. Setelah kita diperintahkan untuk melakukan sesuatu perbuatan, hendaknya jangan terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang bukan-bukan, sehingga memperberat tuntunan yang wajib dikerjakannya. Maka dari itu, kerjakanlah apa yang diperintahkan dan jauhilah apa-apa yang sudah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya semoga hidup kita akan selamat dunia dan akhirat. Amin ya rabbal alamin.


Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (termasuk kalimat tauhid, amar ma’ruf serta perbuatan-perbuatan yang baik) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan dahannya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizing-Nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim: 24-25).

Maka perumpamaan iman itu adalah seperti pohon yang berbuah yang tidak terputus-putus buahnya di musim panas maupun dimusim hujan, diwaktu malam maupun diwaktu siang hari. Demikian pula seorang mu’min terangkatlah baginya ke sisi Allah amal-amal salehnya pada tiap waktu dan tiap saat.

Cabang iman yang berhubungan dengan lidah diantaranya ialah;
  1. melafazkan dua kalimasyahat,
  2. membaca Al-Qurannur Karim,
  3. mempelajari ilmu dan mengajarkannya,
  4. berdo’a dan berzikir kepada Allah,
  5. serta meninggalkan omongan-omongan yang tidak berguna.

Cabang iman yang berhubungan dengan tubuh ialah;
  1. menyucikan badan sesuai dengan selera dan hukum.
  2. menjauhi segala apa yang najis.
  3. menutup aurat.
  4. melakukan sholat yang wajib maupun yang sunnah.
  5. mengeluarkan zakat.
  6. memberi makan kepada yang membutuhkannya.
  7. menghormati tamu.
  8. memerdekakan hamba-hamba sahaya dan budak-budak belian.
  9. melakukan puasa yang wajib maupun yang sunnah.
  10. melakukan haji dan umrah.
  11. melakukan i’tikaf. 
  12. berhijrah dari tempat di mana Islam ditindas dan diperangi.
  13. menepati janji dan apa yang dinazarkan.
  14. berlaku hati-hati dalam sumpah.
  15. membayar fidyah dan kaffarrah yang semestinya.
  16. dan lain-lainnya……


Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dan juga yang lainnya dari sahabatnya Abu hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Takutlah kalian dari buruk sangka, karena sesungguhnya buruk sangka adalah omongan yang paling dusta; dan janganlah kalian memperhatikan omongan orang lain janganlah kalian meneliti cela orang lain; janganlah kalian saling berlomba; janganlah kalian hasud; janganlah kalian saling benci; dan janganlah kalian saling memusuhi; jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana Allah memerintahkan kepada kalian. Seorang Muslim adalah saudara seorang Muslim yang lain; tidak boleh dia menganiayanya dan tidak boleh menghinanya serta tidak boleh meremehkannya. Taqwa itu ada di sini; taqwa itu ada di sini; taqwa itu ada di sini; beliau sembari isyarah pada dadanya, Cukuplah kejahatan seseorang bila ia telah meremehkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim terhadap Muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sesungguhnya perilaku yang tercela, yang telah diperingatkan oleh Rasulullah saw. itu adalah dasar kejahatan di antara kaum Muslimin. Andaikan saja seperti ini tersebar di kalangan masyarakat, maka hancurlah masyarakat itu dan porak-porandalah kekuatannya serta pecah-belahlah ide-idenya. Menjadilah masyarakat itu ada di dalam kerisauan dan kegelisahan; rasa kasih sayang dan keselarasan di antara mereka menjadi hilang.

Banyak orang berbicara tentang Islam, padahal dirinya sendiri tidak mengamalkannya. Pandai memutar lisan untuk memantapkan orang agar percaya dia itu benar-benar Islam dan memperjuangkannya. Sampai tidak terasa atau mungkin dengan sengaja merobah halal menjadi haram dan merobah haram menjadi halal. Bahkan hukum Nash kalau bisa disesuaikan dengan zaman, bukan keadaan zaman disesuaikan dengan ketentuan Nash.

Isyarat Rasulullah ini rasanya sudah ada gejala-gejala datangnya. Minat mempelajari agama Islam semakin berkurang, malahan orang tua memasukkan sekolah pada anaknya dihubungkan dengan ekonomi yang cerah dimasa yang akan datang. Tidak bertujuan dalam mempelajari ajaran Islam yang benar untuk disebar luaskan pada masyarakat awam. Maka dari itu hati-hatilah kita, masukkanlah anak kita ke sekolah yang bernuansa agama, agar mereka tumbuh dengan iman dan taqwa, selamat di dunia dan di akhirat.





Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.
Ketahuilah, bahwa Allah telah mengikat pertalian antara kita dengan agama Islam, sehingga seolah-olah kaum Muslimin berada di dalam satu keluarga yang satu sama lainnya saling menunjang dalam setiap hal yang di dalamnya terkandung kebaikan dan kemenangan dalam persaudaraan sempurna yang diliputi kasih sayang. Diantaranya ialah hak-hak tetangga yang sangat diperhatikan oleh agama kita, agama yang penuh dengan toleransi dan keberkatan, yang memberi bimbingan dan menganjurkan agar hak-hak tersebut dijaga dengan penuh perhatian dan dipraktekkan secara benar. Dengan demikian, pertalian antar sesama Muslim semakin bertambah kokoh dan kuat, sehingga dari sini bisa terbentuk benteng kokoh yang mampu mengusir gangguan musuh.

Allah swt. menjadikan hak-hak bagi tetangga, yang apabila kaum Muslimin mau memperhatikan, niscaya akan mengetahui bahwa di dalam agamanya terkandung setiap kebaikan. Allah swt. sangat memperhatikan masalah hak tetangga, sehingga menjadikannya di atassegalanya. Allah swt. telah menjadikan hak-hak bagi tetangga, yang apabila setiap individu melakukannya terhadap tetangganya, niscaya persaudaraan Islam akan benar-benar kuat, saling hormat-menghormati dan bersih hatinya. Kitab Al-Quran menjelaskan yang artinya “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisaa: 36).

Ayat di atas menjelaskan tentang hak-hak tetangga yang wajib dipelihara dengan cermat dan ditunaikan dengan tulus ikhlas karena Allah semata. Allah swt. memerintahkan kita agar berbuat baik kepada para tetangga, baik itu tetangga dekat ataupun tetangga yang jauh. Diantara sikap baik terhadap mereka adalah, menutup aurat mereka, membantu mereka dalam melakukan kebajikan dan membimbing mereka ke jalan yang hak (baik) dan benar. Mempererat hubungan dan mendamaikan mereka, mendahulukan salam kepada mereka, menampakkan rasa simpati kepada mereka, dan memberi maaf kepada orang yang berbuat jahat dari kalangan mereka. Semua itu dan masih banyak lagi yang lainnya, semuanya itu adalah hak-hak tetangga yang harus diketahui oleh setiap Muslim.






Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. Sesungguhnya Allah swt. telah memuliakan manusia, anak Adam di atas makhluk-makhluk lain. Ia dicitakan oleh tangan-Nya, ke dalannya ditiupkan roh-Nya dan malaikat-malaikat-Nya diperintahkan bersujud kepadanya setelah disempurnakan kejadiannya. Untuk manusialah Allah menundukkan apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi, dan diantara makhluk-makhluk-Nya, manusialah yang ditunjuk untuk menjadi khalifah-Nya, di atas bumi-Nya, agar menguasainya, mengaturnya dan memanfaatkan apa yang ada di dalam dan di atasnya guna mencapai kesempurnaan materil dan spiritual.

Allah swt. telah menciptakan manusia sebagai makhluk utama-Nya yang ditugaskannya untuk menjadi khalifah-Nya di atas bumi-Nya telah memberinya beberapa kewajiban yang setimpal agar terjamin keharmonisan hidupnya sehingga dapat melaksanakan misinya di atas bumi dengan dan sesuai berdasarkan perintah Allah yang telah mentaqdirkannya.

Diantara hak-hak azasi yang oleh islam bagi tiap-tiap individu, ialah hak hidup, hak milik dan hak mempertahankan kehormatan. Hak-hak mana wajib dihormati dan diakuinya sebagai milik yang tidak dapat diganggu gugat dari tiap orang apapun warna kulitnya, dibagian dunia manapun tanah airnya dan dari keturunan apapun asalnya.

Allah swt. berfirman yang artinya “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.” (Al-Isra’: 70).

Rasulullah saw. juga bersabda, yang artinya “Hai orang-orang, sesungguhnya nyawamu dan harta milikmu, adalah haram bagimu (untuk saling merenggutnya dan merampasnya sebagaimana kehormatan harimu ini dalam bulanmu ini dinegerimu ini. Ya Allah, saksikanlah bahwa aku telah menyampaikan (risalah-Mu). Diharamkan atas tiap muslim mengganggu nyawa milik dan kehormatan sesama muslimnya.

Para jama’ah, hak hidup adalah suatu hak suci yang menurut Islam harus dilindungi dan dihormati. Tidak boleh diganggu dan dilanggarnya, kecuali dalam keadaan dan dengan alasan yang benar.



Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. Menurut kebiasaan manusia, ia baru ingat kepada Allah bila ia sedang dalam kesempitan atau kesedihan, tetapi setelah kesempitan dan kesedihan itu dapat teratasi, lalu lupalah ia kepada Allah swt. Dzat yang telah menghilangkan kesedihan dan kesempitan. Hilangnya rasa sedih adalah suatu nikmat dari Allah yang harus disyukuri. Tetapi anehnya, sering kita merasakan nikmat, tanpa mengingat siapa sebenarnya yang telah menganugrahkan nikmat itu kepada kita. Karena kealpaan kita inilah kita enggan bersyukur kepada Allah swt. padahal orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepadanya berarti ia telah mengingkari dan melupakan Tuhannya.

Oleh karena itu, marilah kita berpegang pada hadits Rasulullah saw. yang artinya “dari Abdullah bin Abbas ra., ia berkata “Saya pernah di belakang Nabi saw. pada suatu hari, maka beliau bersabda, “Hai anak, Aku akan mengajarkan engkau beberapa kalimat; “Jagalah Allah pasti Allah akan menjaga engkau. Jagalah Allah pasti engkau akan mendapatkan-Nya dihadapanmu. Jika engkau minta, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya jika ummat (manusia) bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) padamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat melakukan hal itu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Allah kepadamu, dan jika mereka bersatu untuk mencelakakan kamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat mencelakakan kamu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah kepadamu. Telah diangkat kalam dan telah kering tinta lembaran-lembaran itu.” (Al-Hadits).

Saudara kaum muslimin yang berbahagia. Marilah kita merenungkan sejenak, bagaimana rasanya orang yang sedang menghadapi kesulitan, lalu Allah berkenan memperhatikannya? Sungguh berbahagialah orang yang mendapat perhatian khusus dari Allah swt. Untuk itu marilah kita senantiasa ingat kepada Allah, dalam arti jika kita sedang dianugrahi kejayaan, diberi kenikmatan, maka bersyukurlah kepada Allah. Dan apabila kita sedang mendapat musibah, maka hadapilah dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Karena hari esok, pasti akan mendapatkan kejayaan dan pertolongan dari Allah swt.


jembatan Sabbo
Sambas tempo dulu masih begitu asri, banyak jembatan di Sambas masih menggunakan kayu sebagai bahan-bahannya. Contohnya jembatan Sabbo (sabbok). Jembatan atau gerattak Sabbok didirikan pada jaman Kesultanan Sambas, jadi jika dihitung tuanya berdasarkan sejarah, gerattak Sabbok ini sudah sangat terlalu tua. Jika kita ibaratkan pada manusia, ia sudah menjadi kakek-kakek yang berusia ratusan tahun, dan mungkin sudah almahrum. Karena orang yang telah membuatnya pada jaman Kesultanan Sambas, semuanya sudah pergi meninggalkan Bumi Terigas ke Sukabumi (alam barzah).

Dahulu, pada tahun 70an di Sambas terjadi banjir besar yang mengakibatkan Sungai Sambas meluap. Sungai Sambas kebanjiran selama tujuh hari tujuh malam sehingga orang Sabbok kebabbangan (kebingungan) untuk bepergian kesusahan. Dengan bajirnya Sungai Sambas mengakibatkan lanting dari Desa Sembarang (rumah terapung di Sungai Sambas) hanyut dan menghantam Gerattak Sabbok (Jembatan Sabo’). Gerattak Sabbok pun bebettahan (Jembatan Sabok patah (roboh).


Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik dalam keadaan ramai ataupun sepi, dalam keadaan suka maupun duka. Dalam keadaan melamun atau menghayal, dalam kedaan berbaring atau berjalan, dan lain sebagainya. Karena sesungguhnya taqwa dapat menjaga diri kita dari siksa api neraka. Dan marilah kita senantiasa berlaku seperti perilaku orang saleh zaman dahulu dan orang-orang suci yang bersih hatinya lagi terpilih di sisi Allah.   Para Nabi, (termasuk Nabi Muhammad saw) dan para sahabat beliau (Nabi Muhammad saw) itu adalah orang-orang yang selalu berhati-hati di dalam segala hal, tidak ceroboh sehinga setiap perbuatan yang dilakukannya tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan Allah. Mereka senantiasa mewarnai kehidupannya dengan taqwa. 

Bulan Ramadhan adalah bulan kebaktian, kebajikan dan ampunan. Bulan tersebut baru beranjak masuk dan kita akan menyaksikan orang-orang yang beramal di dalamnya. Untuk itu, teruskanlah melakukan amal-amal kebaikan, kumpulkanlah bekal untuk akherat kita di setiap waktu, dan tambahkanlah apa-apa yang mungkin terlewat dalam beramal kebaikan oleh sebab kelalaian dari kita sendiri. Barang siapa menanam kebaikan maka ia akan memperoleh kesudahan yang terpuji.

Pada kesempatan kali ini, sesungguhnya berpuasa enam hari  di bulan Syawal adalah sunnah yang ditetapkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya yang artinya “barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari dibulan Syawal, maka pahalanya bagaikan berpuasa setahun penuh.”

Seluruh kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan dilipatgandakan sepuluh kali pahalanya oleh Allah swt. Demikian pula halnya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, pahalanya hampir menyamai bilangan satu tahun puasa. Oleh karena itu, berusahalah sekuat tenaga untuk meraih keutamaan ini dengan melakukan puasa enam hari di bulan Syawal, niscaya kita akan memperoleh pahala yang sempurna dan agung dari Allah swt.  


Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. Musuh kita yang paling jahat adalah nafsu kita sendiri yang berada diantara kedua sisi kita, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra dari Rasulullah saw. yang artinya “Musuhmu yang paling jahat adalah nafsumu sendiri yang berada diantara kedua sisimu.”

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. Setan bisa menjadi kuat menguasai kita disebabkan karena pertolongan nafsu dan segala kesenangannya. Untuk itu janganlah sekali-kali kita tertipu oleh hawa nafsu kita sendiri. Dan jangan sampai pula nafsu kita sendiri kita jadikan tuhan. Nafsu kita akan membawa kita kepada tindakan kebatilan (kejahatan). Barang siapa diantara kita mengikuti perintah nafsu dan merasa puas dengannya, tentu dia akan celaka dan terjerumus ke dalam neraka. Bagi nafsu tidak ada hal-hal yang bisa dikembalikan ke arah kebaikan.

Orang yang berperang melawan orang-orang kafir bisa melihat musuhnya dan akan dapat menumpasnya dengan mudah, akan tetapi orang yang berjihad melawan hawa nafsunya sama sekali tidak dapat melihat musuhnya, yaitu setan yang durjana. Seperti halnya dalam puasa, pada bulan puasa, kita memerangi hawa nafsu kita yang dirasuki oleh setan-setan yang dilaknat oleh Allah swt.

Jika kita mati dalam pertempuran melawan orang-orang kafir, tentu kita akan tercatat sebagai syuhada’, dan kita akan mendapatkan ganjaran surga. Akan tetapi, jika kita mati dibunuh setan , karena kalah melawan nafsu kita sendiri dan menurutinya, niscaya setan akan menyeret kita ke dalam siksaan Tuhan. Na’uzubillahi min dzalik. Semoga kita selalu diberi kemenangan oleh Allah swt. Dalam memerangi (melawan) hawa nafsu kita sendiri.   


Saudara-saudara para jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. Imam Ghazali menegaskan dalam kitabnya, ia mengatakan “ketahuilah bahwa agama Islam itu berisi dua hal, petama adalah meninggalkan larangan-larangan Allah, dan yang kedua adalah menunaikan perintah-perintahNya. Dari dua hal ini yang paling berat adalah meninggalkan larangan-larangan Allah, sebab tidak ada yang mampu meninggalkan larangan-larangan Allah kecuali orang-orang berpredikat shiddiqin.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. Kita manusia dianugrahkan dengan akal dan nafsu serta panca indra, yang kesemua itu dapat membawa kepada kemaksiatan. Misalnya mata, mata selalu melihat yang tidak-tidak (aurat, atau film porno), telinga selalu mendengar yang jelek-jelek (gosip-gosip, fitnah,dan lain-lain), kaki selalu ketempat-tempat diskotic, cafe dan lain-lain, tangan selalu mencuri dan lain-lainnya. Hati selalu shu-uzon dengan orang lain, iri dan dengki, dan lain-lainnya, otak selalu merencanakan hal-hal yang jelek.

Ketahuilah saudara-saudara sekalian, bahwa jika kita melakukan maksiat, maka sesungguhnya yang menjadi sasarannya adalah anggota badan kita sendiri. Padahal jika kita ketahui bahwa anggota badan kita itu adalah suatu nikmat dari Allah swt. yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada kita semua. Apa yang telah dianugrahkan oleh Allah tersebut sekaligus menjadi amanah yang harus kita bertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah swt. maka dari itu janganlah kita selalu berbuat maksiat. Karena jika kita melakukan kemaksiatan, maka kita akan mendapatkan hukuman dari Allah swt., dan kita akan terjerums ke dalam neraka.

Para jamaah yang berbahagia, sesunguhnya seluruh anggota badan jasmani kita ini, merupakan pemeliharaan-pemeliharaan yang berada di bawah tanggungjawab kita. Kita diamanahkan untuk menjaga tubuh ini (jasmani) ini sejak dari kecil (baliqh) hingga kita pergi meninggalkan dunia mayapada ini. Maka dari itu, janganlah sekali-kali kita berbuat maksiat, dan jika sudah ada diantara kita yang terlanjur melakukan kemaksiatan, maka cepat-cepatlah kembali kepangkal jalan, memohon ampunan Tuhan Yang Maha Esa, Insya Allah Allah swt. akan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita semuanya. Mulai sekarang selagi kita masih diberi waktu, perbaiki diri dan bertobatlah, agar kita semua masuk .................. sorga ............... amin ya rabbal aalamin... wasalamulaikum warah matullahi wabar katuhhhhhhhhhhhhhhhhhh.......................................


Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. pada kesempatan kali ini saya akan menerangkan tanda-tanda orang munafiq. Namun sebelumnya, yang dinamakan orang munafiq adalah orang yang berpura-pura menanamkan rasa Islamnya dengan mengucapkan dua kalimahsyahadat, mengerjakan sholat, zakat dan lain sebagainya, semua itu hanya sebagai kedok belaka. Hal ini didasarkan firman Allah swt. di dalam Al-Quran yang artinya “di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian*," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 8).

Keterangan* Hari kemudian Ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

Para jamaah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. tahukah para jamaah sebab-sebab orang menjadi munafiq? Adapun sebab-sebab orang atau seseorang menjadi orang munafiq banyak sekali yang dikhabarkan di dalam Al-Quran maupun hadits Nabi Muhammad saw. dua diantaranya ialah (setelah diambil dari beberapa ayat dan disimpulkan):

  1. sebab didorong adanya keinginan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Misalnya anak-anak muda sekarang, banyak yang terpengaruh oleh lingkungan akhirnya melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Contohnya mabuk, judi, narkoba, pelecehan seksual, dan banyak lagi contoh-contoh yang lainnya.

  1. sebab adanya rasa dendam terhadap kaum muslimin, lalu ia menyamar menjadi muslim, guna mencari kesempatan untuk merong-rong Islam dan umatnya dari dalam.
Orang-orang kafir pura-pura masuk Islam, mempelajari agama Islam, padahal ingin mencari kelemahan agama islam. Andai ia tahu bahwa agama islam itu kuat dan kokoh, sekokoh akar bahar yang ada disamudra atlantik. Setelah mereka mendalami agama Islam, dan ilmu mereka semakin banyak, maka ia (mereka) akan mersakkan agama kita yaitu ISLAM.

Para jamaah sholat subuh yang berbahagia, ada tiga ciri dari orang menafik itu, yaitu:
1.      jika ia berjanji, maka ia akan mengingkarinya.
2.      jika ia berkata, maka perkataannya itu dusta.
3.      jika ia dipercaya, maka ia berkhianat.

Sebagaimana sabda Rasululllah saw., yang artinya “Barang siapa yang di dalam dirinya terdapat empat hal, maka ia orang munafiq yang murni. Barang siapa yang di dalam dirinya terdapat salah satu dari padanya maka di dalam dirinya terdapat pekerti munafiq, sehingga ia meninggalkannya, yaitu apabila ia dipercaya maka ia mengkhianatinya, apabila ia berkata maka ia sudah berdusta, apabila orang munafiq tersebut berjanji maka ia mengingkarinya.”

Selamat mencoba, jika kurang tolong hubungi kami........... terima kasih...............
Saudara-saudara sekalian yang berbahagia dan dirahmati Allah swt.


Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. pada kesempatan kali ini saya akan menerangkan Orang-Orang Yang Mendapat Naungan Allah Pada Hari Kiamat, namun sebelumnya, marilah kita ucapkan kata syukur kehadirat Allah swt. yang mana kita dapat melaksanakan segala perintahnya dalam keadaan sehat wal-afiyat dan senantiasa dalam lindungan-Nya.

Allah swt. berfirman dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 96 yang artinya “Jilakau sekiranya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, niscaya kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96).

Kemudian ditambah lagi dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya “Tujuh orang yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya adalah: 1). Seorang imam yang adil, 2). Seorang pemuda yang semenjak remajanya beribadah kepada Allah, 3). Seseorang yang hatinya terpaut ke Masjid, 4). Dua orang yang saling mencintai Allah, berkumpul dan bercerai karena Allah, 5). Seseorang yang dirayu oleh seseorang wanita bangsawan dan rupawan segera berkata “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”, 6). Seseorang yang bersedekah, lalu dirahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang didermakan oleh tangan kanannya, dan 7). Seseorang yang berdzikir kepada Allah di tempat sunyi, lalu mencucurkan air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para jamaah sholat subuh yang berbahagia, itulah Orang-Orang Yang Mendapat Naungan Allah Pada Hari Kiamat. Orang yang mendapat naungan dari Allah swt sebanyak 7 macam, seperti di atas. Semoga kita termasuk salah satu dari tujuh macam tersebut, dan bahkan tidak menutup kemungkinan kita termasuk segalanya. Amin ....

Selamat mencoba, jika kurang tolong hubungi kami........... terima kasih...............


Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt. Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 274 yang artinya “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka akan dapat pahala disisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 274).

Berdasarkan ayat di atas, setiap muslim hendaknya berhemat dalam mengeluarkan hartanya untuk memenuhi kepentingan hidupnya, agar hartanya tidak habis begitu juga. Sebab berkewajiban mengajak orang lain dalam menikmati dan memanfaatkan harta yang Allah karuniakan kepadanya. Kekayaan hendaknya kita gunakan membantu kepentingan umum, menolong fakir miskin, dan ikut meringankan penderitaan orang-orang yang susah dan tidak mampu.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Hai anak Adam, kalau engkau mendermakan kelebihanmu, itu lebih baik bagimu, dan apabila engkau tahan saja, itu berbahaya bagimu. Dan engkau tidak akan tercela atas kesederhanaan dan dahulukan orang-orang yang menjadi tanggunganmu. Dan tangan yang di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (yang menerima).” (HR. Muslim).

Allah melarang memboroskan harta, dan memerintahkan agar memberikan harta kepada kaum kerabat dan fakir miskin. Karena orang yang mubadzir (tidak mengeluarkan harta yang berguna) adalah perusak yang bodoh, tidak punya perhitungan, menyiakan-nyiakan harta pada keinginan nafsu tertentu. Bagaimana orang-orang yang semacam ini bisa membayarkan hak yang telah menjadi kewajibannya.

Para jamaah sholat subuh yang berbahagia, sebetulnya murah hati dan dermawan itu dapat dipelajari, tentu saja dengan membiasakan diri sejak kecil serta meniru tingkah laku yang diamalkan oleh Rasulullah saw. Dengan demikian akan bertahan di dalam hati sanubari bahwa apa yang telah didermakan itu bukanlah sia-sia, sebab Rasulullah saw. sendiri telah mengamalkannya. Dengan cara demikian, akhirnya sifat kikir akan terkikis habis dari jiwa seseorang dan berganti dengan sifat kedermawanan. Semoga amal kita senantiasa diterima oleh Allah swt., dan kita akan mendapatkan pahala dari Allah yang banyak untuk di dunia dan akhiat kita.


Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt. Kuat dan lemahnya iman seseorang dapat diukur dan diketahui dari perilaku akhlaqnya. Karena iman yang kuat mewujudkan akhlaq yang baik dan mulia, sedangkan iman yang lemah mewujudkan akhlaq yang jahat dan berperilaku sangat buruk, mudah terkilir pada perbuatan keji yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Allah swt dalam firmanNya yang termaktub dalam kitab suci Al-Quran banyak menyeru manusia untuk berbuat baik dan melarang berbuat jahat, sebagaimana tuntunan iman dan taqwa kepadaNya, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119).

Dan perhatikan pula sabda Rasulullah saw. dalam menilai keadaan orang yang lemah imannya, yang diwujudkan dalam bentuk perilaku yang buruk dan jahat, diantaranya digambarkan oleh Nabi, orang yang tidak punya rasa malu dalam melakukan perbuatan keji dan hina, dan suka mengganggu tetangganya. Yang artinya “Rasa malu dan iman itu sebenarnya terpadu menjadi satu, maka bila mana lenyap salah satunya hilang pulalah yang lainnya.” (Muttafaq ‘alaih).

Berdasarkan dua dalil nagli di atas, dapat disimpulkan bahwa, jika iman seseorang lemah, maka ia akan dapat tergoda oleh setan, dan jika ia sudah tergoda oleh setan, maka ia akan melakukan segala tindak kejahatan ataupun berbuat yang tidak baik (tidak senonoh), dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kita selalu terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, dan pula semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt. dunia akhirat.


Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt. Manusia hidup di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri, melainkan memerlukan satu sama lain. Tegasnya bahwa diri pribadi manusia itu adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari masyarakat dan sebagai anggota yang tidak terpisahkan dari bangsa itu sendiri. Ia sebagai komponen mau tidak mau mesti mengambil bagiannya dari makanan, tumbuhan dan perasaan yang dibagikan ke seluruh anggota tubuh masyarakat itu sendiri.

Syariat dan akhlaq Islam ditegakkan untuk seluruh masyarakat manusia, sebagai pelajaran dan petunjuk. Kemudian dari pelajaran dan petunjuk ini disampaikan kepada seluruh umat manusia yang berada di dunia ini. Dengan demikian tiap-tiap diri pribadi memperhatikan peraturan itu dan mengambil pelajaran serta petunjuk yang berlaku itu.

Allah swt. berfirman yang artinya “wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah kamu, sujudlah dan sembahlah Allah Tuhan kamu, serta kerjakanlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan atau kebahagiaan. Dan berjuanglah kamu pada jalan Allah yang dalam arti perjuangan yang sebenarnya.” (QS. AlHajj: 77).

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. Sesunguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung tidak diciptakan manusia untuk terpisah-pisah dan berbeda-beda tetapi telah mensyariatkan bagian dari manusia atau agama. Persatuan harus kita kuatkan agar Indonesia aman dan sentosa.



Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. Bagi seorang muslim wajib ta’at kepada pemerintah (ulul amri) terhadap sesuatu yang diperintahkannya bagi dirinya bak hal itu menyenangkan dirinya ataupun tidak menyenangkan dirinya. Selama perintah itu tidak berbentuk suatu kemaksiatan. Apabila diperintahkan untuk melakukan kemaksiatan maka tidak boleh ta’at, karena hal itu akan mengakibatkan durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. Padahal Allah dan Rasul-Nya harus lebih dita’ati, sebagaimana firman Allah swt. yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan orang-orang yang memegang kekuasaan di antara kamu.” (QS. An-Nisa’: 59).

Dan pula Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Tunduk dan patuh wajib atas seorang muslim dalam perkara yang disenangi atau dibenci, selama tidak diperintahkan dengan kemaksiatan. Apabila diperintahkan dengan kemaksiatan maka tidak diperkenankan untuk tunduk dan patuh.” (HR. Bukhari).

Ulul amri (pemerintah) ialah orang-orang yang memegang kekuasaan untuk melaksanakan urusan dan kemaslahatan umum, misalnya raja, presiden, gubernur, bupati, hakim dan sebagainya. Kita wajib mentaati mereka meskipun perintah yang dikeluarkan tidak menyenangkan kita, misalnya perintah untuk maju ke medan perang jika negara dalam keadaan darurat, membayar pajak dan lain sebagainya. Selama perintah itu untuk kepentingan umum tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apabila seorang muslim diperintahkan untuk melakukan kemaksiatan, misalnya disuruh untuk berbuat kezhaliman, melakukan perbuatan yang haram seperti membuka tempat pelacuran, perjudian dan lain sebagainya. Maka kita tidak boleh untuk tunduk dan patuh terhadap perintah itu, bahkan kita harus menentang dan memberi nasehat agar ulul amri (pemerintah) tersebut sadar kembali.

Para jamaah sholat subuh yang berbahagia, taatlah kepada ulul amri (pemerintah) selama perintah itu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Apabila mereka melakukan kemaksiatan berilah nasehat dengan bijaksana dan jangan sampai kita membiarkan mereka melakukan kemaksiatan dan kedzaliman apabila kita cenderung kepada mereka. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang artinya “Dan apabila kamu cenderung kepada orang-orang yang dzhalim, yang menyebabkan kamu disentuh oleh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud: 113).

Dengan demikian, marilah kita taat kepada pemimpin yang bijaksana dan bantulah pemimpin kita, agar negara Indonesia ini aman dan sejahtera serta bahagia.


Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt., kita semua tentu menyadari bahwa betapapun giatnya usaha kita dalam memenuhi amalan-amalan agama tentu masih terdapat kekuarangan dalam diri kita masing-masing. Dari sekian banyaknya perintah-perintah agama pasti masih ada sebagian yang belum kita penuhi atau kita laksanakan. Apalagi tentang larangan-larangannya tentu banyak sekali yang kita perbaiki kesalahan-kesalahan kita dan kita kejar terus kekurangan-kekurangan kita, di samping kita harus bertobat kepada Allah swt. Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Setiap anak Adam itu bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang minta ampun.”.

Adapun yang dimaksud taubat adalah mohon ampun kepada Allah swt. dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap sesuatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi untuk mengulanginya. Jikalau dosa tersebut berhubungan dengan hak manusia, maka wajib minta maaf kepada orang tersebut, dan mengembalikan harta benda yang dianiayanya atau minta halalnya.

Memang, kata-kata taubat ini sangat simpel (mudah) enak didengar dan mudah diucapkan, akan tetapi tidak semudah itu hakikatnya, sebab taubat diperlukan sekali tindakan yang nyata sebagai realisasinya. Maka sangatlah kurang bijaksana dan ceroboh sekali, manakala seseorang mengaku bertaubat, akan tetapi ia masih melakukan dosa pula. Hal itu berarti ia mengejek Tuhan-Nya, dan menghina kepada-Nya. Dan sangat memalukan sekali, manakala seseorang beristirfar mohon ampunan kepada Allah swt. akan tetapi hatinya masih berniat ingin mengulangi kembali dosa itu pula.

Hal itu menurut seorang wali yang bernama Rabi’ah Al Adawiyah disebut taubat orang-orang pendusta, lagi pula tidak diterima tobatnya. Maka sebagai sifat-sifat mukmin yang taqwa dan bertaubat dengan mohon ampunan kepada Allah adalah apa yang telah digariskan oleh Allah swt. dengan firman-Nya, yang artinya “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan sorga yang di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imran: 135-136).

Maka selagi kita masih diberi waktu, bertobatlah sebelum nafas sudah ditenggorokan dan matahari tertib dari sebelah barat. Dengan demikian, hidup kita aman dan sejahtera serta bahagia.

contoh pembuatan rkh untuk paud dalam pengenalan bahasa inggris

Contoh Pembuatan Rkh Untuk Paud Dalam Pengenalan Bahasa Inggris ini disajikan hanya sebagai contoh untuk ibu-ibu PAUD yang ada di seluruh Indonesia. Salam buat ibu-ibu Guru Paud di seluruh Indonesia dimanapun berada. Di bawah ini akan kami berikan contoh RKH yang kami buat berdasarkan referensi dari Fakultas yang ada di salah satu Propinsi Kalimantan Barat Indonesia. Jika anda (ibu) berminat untuk mencontohnya silakan saja, RKH yang dibaut pada artikel ini bertemakan bahasa Inggris, karena materi perkuliahannya adalah bahasa inggris.

Silakan membaca!
Nama      :     DILA NURHALIZA 
NIM       :     121610296
Kelas      :     3 B PAUD

Theme/Topic          :     My Family
Time Allocation      :
Level                      :
Purpose                  :     To have the student to remember name of part of  we family.
1.      Pre-Activity
Opening and Greeting
  • Prayer
-         Before we study let’s prayer together, prayer to begin .... prayer is finis.
-         Assalamulaikum waramatullahi wabarokatuh everyone
-         Good morning children. How are you today? Are you good?
-         What day is it today? It’s a beautiful day, isn’t it?
2.      Whilst-Activity
-         Today I would like to help you to remember the part of your family.
-         We will learn it by a song. Let’s star....
-         What about sing a song
-         Ok children, let’s we sing a song together, follow me (everybody stand up).
-         We song a sing begin  
3.      Post Activity
a.       Review
-         Well, after we sing the song, is there anyone who could mentioning the part of your family that
       we just learned?
-         You will knowed about your family, your mother, your father, your brother, etc.
  1. Closing
-         Okay, that’s all for today. We have enjoyed our time by singing a song and today we learn
      about our part of today.
-         Keep refeating the song at home so you will remember it what we have learned today.
-         An now before break time let’s we prayer together. Prayer star ...... finis.
-         Ok children, have a nice day.
-         Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh.   
Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh.    Penulis ............................ Salam sukses buat ibu guru yang susah payah untuk mendidik anak bangsa.