Apa saja Pantangan ketika kegiatan pramuka

Apa sajakah pantangan ketika kegiatan pramuka yang dilaksanakan pada saat perkemahan baik itu persami (perkemahan sabtu minggu) atau persari (perkemahan satu hari) atau perjusami (perkemahan jum’at sabtu dan minggu). Biasanya perkemahan ini dilaksanakan di sekolah dan di luar sekolah. Jika di sekolah biasanya persari, persami dan perjusami. Lalu perkemahan apa saja yang diluar, misalnya dihutan? Biasanya perkemahan yang dilaksanakan dihutan adalah LT 3, ulang tahun pramuka, pramuka tingkat saka, baik saka taruna bumi, saka bayangkara atau pula bakti husada. Kegiatan perkemahan pramuka sangat diksukai oleh para anak didik, baik itu pramuka siaga, penggalang ataupun penegak. Kegiatan perkemahan pramuka tidak terlepas dari mistik dimana daerah kegiatan pramuka itu biasanya angker. Meskipun kegiatan perkemahan pramuka itu dilaksanakan di sekolah yang bersangkutan. Kenapa ada nilai mistik dalam setiap perkemahan? Karena sekolah itu tempatnya para jin, karena sekolah itu tidak dihuni oleh manusia (tidak ditiduri atau didiami). Dan pula kegiatan pramuka itu biasanya dihutan lindung misalnya cibubur, atau batu bekajang di Kabupaten Sambas.

Lalu apa saja pantangan ketika ada kegiatan pramuka di sekolah atau dihutan? Ada beberapa pantangan yang harus dilaksanakan ketika melakukan perkemahan agar di dalam acara atau kegiatan perkemahan itu tidak terjadi apa-apa, misalnya kesurupan atau sakit serta yang lainnya. Diantaranya ialah sebagai berikut:
1.      jangan kencing sembarangan, jika mau kencing harus permisi dengan datuk atau penunggu hutan atau penunggu di sekolah tersebut. Misalnya “assalamualaikum tok, nek, numpang lalu, numpang lewat, anak cucu mau numpang kencing, anak cucu sudah tidak tahan ni, perisi nek, tok” barulah kita kencing dengan aman, insya Allah tidak akan diganggu.
2.      jangan bicara sembarangan, nanti makhluk halus (astral) ditempat itu tidak suka, yang bisa membuat mereka marah. Jika mereka marah, biasanya yang terkena bisa kesurupan atau mengalami sakit. Dan terkadang pula bukan yang melakukan yang terkena, akan tetapi yang lemah semangatnya (temannya).
3.      jangan membuang suptek sembarangan ditempat toilet, buanglah suptek pada tong sampah atau tempat yang aman. Jika susah juga jangan lupa untuk permisi dan supteknya dibersihkan terlebih dahulu.
4.      jangan buang air besar sembarangan, sama seperti jangan buang air kecil sembarangan. Buanglah air besar pada tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Jangan buang air besar disungai yang kecil (parit kecil atau kebun orang). Jika sudah kebelet mau buang air besar, jangan lupa serapahnya seperti di atas, atau numpang pada rumah tetangga.
5.      jangan mengambil tumbuhan sembarngan dihutan, karena mungkin itu rumah dari jin. Jika ingin mengambil kayu atau apa di hutan, jangan lupa untuk permisi “assalamualaiku tok, nek, permisi, anak cucu butuh kayu daun daun simpur untuk membuat jemuran pakaian. Anak cucu butuh bambu untuk membuat rak sepatu”. Begitulah bunyi serapah atau mantranya ketika ingin mengambil kayu atau daun atau apa saja dihutan yang tidak pernah kita kenal. Karena kita adalah pendatang ditempat ini, kecuali orang kampung tersebut, jadi ereka tidak apa-apa.

Itulah lia pantangan yang harus ditaati ketika kita berada di dalam hutan pada saat perkemahan. Dan masih banyak lagi pantangan yang lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua.  
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours