Puisi yang berjudul “Aku Benci Perempuan” ini hanyalah guratan penulis semata, berdasarkan curahan hati seorang

Aku Benci Perempuan

Puisi Galau "Aku Benci Perempuan!!!"
Benci
Puisi yang berjudul “Aku Benci Perempuan” ini hanyalah guratan penulis semata, berdasarkan curahan hati seorang narasumber yang tidak mau disebutkan namanya. Ia telah curhat kepada penulis yang bukan penulis tenar ini, ia minta di buatkan sebuah puisi tentang kekecewaanya terhadap beberapa kaum Hawa. Selama ini, berdasarkan ceritanya ia tidak pernah membuat perempuan itu sakit hati, akan tetapi perempuan itu merasa sakit hati atas berbagai perbuatannya. Padahal ia tidak bermaksud sama sekali untuk membuat perempuan itu sakit hati. Pertama sekali ia mengenal yang namanya “D”, kemudian “N” setelah itu atau bersamaan “D” lagi, disamping itu muncul yang namanya “S”, setelah itu muncul lagi yang inisialnya “H” bersamaan itu juga “A”, setelah utu ada lagi yang namanya “F” bersamaan dengan itu ada lagi yang inisialnya “N”, disamping itu juga ia memuja serang perempuan yang berinisial “H” lagi. Ia menjadi seorang “Pemuja Rahasia” kepada perempuan yang cantik itu. Namun tidak cukup disitu muncul lagi perempuan yang namanya “A”, dan yang terakhir adalah “M”. Kesemua perempuan itu “bidadari surga”. Mereka semuanya seperti malaikat. Hebat dan wanita hebat. Semuanya sukses, semuanya jadi orang penting di Kalimantan Barat ini. Ada yang jadi guru di SMA, yaitu “D”, ada yang jadi guru SD, yaitu “N”,  ada yang jadi Bidan (banyak, ada F, H, A, dan M), ada yang jadi managemen di perusaan atau akuanting yaitu “A”, ada yang jadi guru TK yaitu “S”.     

Namun,dari tahun 2008, muncul lagi seorang perempuan yang ia sayang hingga sekarang. Sekarang usia perempuan itu baru .... tahun, sedangkan ia sudah 37 tahun. Bicara inisial, inisialnya ialah “5”, puisinya ada di bawah ini.     

Aku Benci Perempuan

Bermula dari seribu purnama
Ketika itu hujan rintik
Pada saat itu angin berhembus sepoi
Dia kedinginan

Sejak itu aku kenal yang namanya wanita
Apapun aku lakukan buat dia
Apapun yang ia minta pasti aku turuti
Dan apa yang tidak dimintanya
Sering aku penuhi
Namun, hanya sesaat semua itu berjalan

Tidak hanya satu gadis
Akan tetapi banyak perempuan yang kukenal
Tapi, semuanya sama saja
Perbuatanku, juga sama
Semunaya aku penuhi demi untuk mendapatlan cinta dan kasih sayagnya
Namun apa yang terjadi?
Semua itu hanyalah sebuah ilusi

Tidak seorangpun perempuan yang sudi kepadaku
Maklum aku hanya seorang tua dan jelek
Serta tubuhku tidak sempurna
Serta aku miskin papakedana
Apalagi s “M” atau yang terakhir sekarang ini si “D”
Semuanya hanya "lewat"
Numpang lewat

Cukup dululah puisinya........ngantukkkkkk
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours