Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 35

 “Dimana aku menaruhnya ya”, ucap hati kecilku.
“Jangan-jangan dicuri tikus atau kucing”, tambahku sambil menengok (melihat) ke kolong kamarku.
“Tapi, tak mungkin”, imbuhku pula.
“Ini, pasti ada yang ngambil ni, biasanya kusimpan di sini. Di rak bajuku atau dirak bukuku. Tapi ini kok tidak ada”, hati kecilku berkata-kata.
“Adikku kali ni”, suara hatiku bicara sambil keluar kamar menemui adikku Norma.
“De’. Kamu ada tidak ngambil diary Abang?”, tanyaku padanya.
“Ada! Tu di meja”, jawabnya santai sambil menunjuk ke arah meja depan.
“Ehhhhh.....”, ucapku sambil mengambil diaryku.
“Esok-esok punya Abang tu jangan diganggu De’! Jika mau pinjam minta izin dulu pada Abang. Tidak baik ngambil barang orang tanpa minta izin terlebih dahulu”, kata ibuku menasehatinya. 
“Iya, Bu. Dede’ hanya mau lihat puisinya kok. Puisinya bagus-bagus semua. Semuanya kisah cinta. Entah buat siapa. Buat Kak Cik Dewi ya Bang”, kata adikku lagi.
“Anak kecil mau tau aja!”, jawabku kepada adikku sambil aku menuju kamarku.
Ibuku mencolek adikku Norma. Kemudian adikku berbaring di samping ibuku.
“Jangan melamun Bang...!”, ledek adikku yang nomor empat yaitu Norlia. Keempat adikku tertawa kecil.
Setibanya di kamar, aku langsung menulis sebuah puisi. Puisi itu aku ciptakan sesuai dengan kejadian barusan. Ketika aku mendapatkan ilham untuk menulis puisi dengan segera aku tulis sebelum ilham itu akan pergi meninggalkanku. Puisi itu aku beri judul dengan: “kata yang tak pasti”. 

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours