Kamis, 05 Februari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 32


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 32

Selesai sudah kutulis puisi galauku yang berjudulkan “sebuah ilusi”. Puisi tersebut kubuat berdasarkan mimpi yang kualami barusan tadi. Dan aku juga membayangkan, apakah ke depannya semua itu akan terjadi? Sedangkan aku, hanyalah seorang pemuda biasa dan bukannya seorang Dewa atau Arjuna.
Kini semuanya sudah selesai, dan terdengar olehku bunyi suara azan dari Musholla di RT-ku. Musholla kecil dan tua serta dengan warnanya yang gelap dengan ukuran kurang lebih 5 x 5 meter. Aku pun bergegas wuduk di belakang. Setelah selesai wuduk aku pergi ke Mosholla. Sedangkan bapak dan ibuku serta adik-adikku sholat di rumah.
“Bu, Abang ke Mushola dulu”, ucapku permisi pada ibu agar ia tidak mencari-cariku.
“Mau ikut, Bang!”, pinta adikku Norma.
“Iya, ibu dan bapak di rumah saja”, jawab ibuku sambil memasang mukenanya. Sedangkan bapakku sudah lama siap-siap menunggu ibu dan adikku untuk sholat berjamaaku
“Tidak usah, di rumah aja sholatnya sama bapak”, ucapku pada adikku sambil mengenakan songkokku. Dan aku pun ke luar rumah menuju Mushola untuk sholat Magrib.
“Abang tu, hanya mau menemui Kak Dewi, alasan mau sholat di Musholla”, ledek adikku Norma.
“Ehhh... tidak baik ngomong seperti itu”, kata ibuku pada adikku Norma. 
Aku tidak memperdulikan ledekan adikku. Aku terus ke luar menuju Musholla. Musholla kami bernama “Al-Ikhlas”, aku yang memberi nama. Karena aku dan temanku (Mudassir) yang selalu menghidupkan Musholla tersebut. Ya paling tidak untuk sholat Magrib, Isya dan Subuh berjamaah di lingkungan RT-ku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...