Jumat, 30 Januari 2015

Sambutan Perpisahan PAUD


Sambutan Perpisahan PAUD
Sambutan perpisahan PAUD (pendidikan anak usia dini). Dulu sekolah PAUD ini belu ada, yang ada hanyalag TK (taman kanak-kanak). Sekarang pendidikan dimuali sejak din, yaitu AUD (anak usia dini). Dibawah ini akan penulis sajikan sebuah contoh sambutan perpisahan PAUD, yang memberikan atau yang menyampaikan kata sambutan perpisahan PAUD ini adalah Pengelola. Kemudian Pengelolapun memegang mixnya untuk bicara, sepertinya sudah siao ni.

Bismillahirohmanirrohim, “buah nanas buah lakum jatuh, Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh”.
Yang saya hormati Bapak Ka UPT Kecamatan Tebas.
Bapak Kepala Desa Pusaka Kecamatan Tebas.
Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kecamatan Tebas.
Bapak Kepala Sekolah SD Negeri 8 Sekadim Kecamatan Tebas.
Tokoh masyarakat Desa Pusaka Kecamatan Tebas.
Serta Bapak/Ibu orang tua wali murid yang berbahagia. 
Dan anak-anak yang kami cintai.

Sebelumnya marilah kita bersama-sama mengucapkan puji dan syukur kita kehadirat Allah swt. yang mana atas rahmat dan inayahnya jualah kita dapat berkumpul di gedung PAUD PONDOK BELAJAR ini, dalam rangka perpisahan anak-anak kita. Perpisahan kali ini merupakan perpisahan yang ke  kalinya kami laksanakan di PAUD PONDOK BELAJAR.  

Bapak/ibu para wali murid yang berbahagia. Dulu, setahun yang lalu, bapak/ibu telah menitipkan anak-anak ibu/bapak kepada kami. Mereka yang dulunya kecil, kini sudah menjadi sedikit besar, mereka yang dulunya tidak tahu apa-apa, kini mereka sudah mengetahuinya, yang mana dulu mereka belum paham sama sekali, kini mereka telah hebat dari pada kita. Kini sudah saatnya kami akan mengembalikan mereka kepangkuan bapak/ibu sekalian. Meskipun hati kami agak berat untuk melepaskan mereka kembali kepangkuan bapak/ibu sekalian.

Bapak/ibu wali murid yang saya hormati, dalam kesempatan ini, atas nama dewan guru dan saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu sekalian, yang mana mungkin selama ini kami tersalah kata, tersalah ucap, marah kepada anak-anak, menjewer, mencubit, atau memukul mereka. Jadi, tolong maafkan kami semua. Kami melakukan itu semua bukan karena kami benci atau marah atau sentiment kepada mereka, melainkan kami sayang kepada mereka agar mereka tidak melakukan hal-hal yang buruk, yang jelek, yang dapat merugikan diri mereka, dan juga memalukan orang tuanya. Harapan kami, mereka menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara, serta berbakti kepada kedua orang tuanya.

Bapak/ibu yang saya hormati, Cuma itu yang dapat saya sampaikan lebih kurangnya saya mohon maaf, akhir kata, wabillahi taufiq walhidayah, wasalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...