Puisi Tahun Baru Kehadiranku Tiada Arti Bagimu
Puisi tahun baru yang galau ini buat seseorang yang dekat, tapi terasa jauh. Ia dekat sekali, tapi tidak bisa dicintai. Dia tidak mengerti akan cinta yang kumiliki. Semua itu tiada artinya baginya. Dianggapnya hanya sebagai debu yang tertiup bayu setiap waktu sampai akhir hidupku. Bykannya aku tidak mau, akan tetapi aku butuh waktu, untuk menenangkan hatiku. Mengapa kau menjelma dalam hidupku. Sedangkan aku tidak pernah mengharapkanmu hadir disisiku. Lebih baik kau pergi jauh dari sisiku, dari pada aku yang menanggung sakitnya setiap waktu.

Kehadiranku tiada arti bagimu
Semua yang pernah kita lalui hanya mimpi bagimu
Pengorbananku hanya angin lalu
Semuanya akan hilang bagaikan debu

Semuanya telah aku berikan
Semuanya telah aku turuti
Namun bagimu semua itu tiada arti
Semua itu hanya mainan bagimu

Kini tinggallah aku sendiri
Hanya diam dan merenungi nasib
Mengapa nasib tidak seindah yang diharapkan
Mengapa hidup begitu pahit

Semua orang tertawa
Aku sedih
Semua orang senang
Aku galau

Itulah gan, nasib badan, memang sudah suratan, semua ini bukan buatan. Siapa sih mau penderitaan, semua orang mau kebahagiaan, akan tetapi semua ini sudah suratan, semua ini takdir Tuhan, tapi akan kuubah takdir Tuhan, akan kusulap jadi kenyataan, apapun akan aku lakukan, demi kebahagian. Biar semua orang bilang aku akan menemui kegagalan, aku tidak akan menyerah walau harus berpisah nyawa dari badan, apalagi berpisah kaki dan tangan. Sekarang aku tidak punya selera makan, jika aku tidak melihat wajahnya walaupun hanya sekelebatan. Ia tidak cantik tapi dia rupawan, dia tidak pahit tapi menawan. Dia masih ingusan, baru umur belasan, itulah masalahnya yang aku pikirkan, iatidak tahu apa yang aku inginkan.dibilang ia masih ingusan, tapi ia besar badan, dibilang masih umur belasan, tapi sudah bisa dimakan. Tiap hari aku turuti segala permintaan, apa yang ia ucapkan selalu saa aku tunaikan. Aku pengabul segala permohonan, akan tetapi apa yang aku inginkan, tidak pernah sama sekali ia berikan. Entah apa yang ia pikirkan. Apakah aku hanya seonggok kardus dipinggir jalan? Atau aku hanya sebagai barang mainan, batu loncatan, untuk ia cari kemudahan dan kesenangan? Biar perasaanku yang kesakitan. Sebenarmnya aku ingin ia menjadi rembulan bukannya racun yang mematikan.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours