Senin, 19 Januari 2015

Pengertian Pahlawan Pergerakan Nasional


Pengertian Pahlawan Pergerakan Nasional
Pengertian Pahlawan Pergerakan Nasional. Pahlawan pergerakan nasional adalah  Pahlawan yang telah menggerakkan atau memulai Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Negara Indonesia ini banyak sekali memiliki pahlawan-pahlawan yang telah banyak mempertaruhkan jiwa dan raganya serta darah mereka. Tidak cuma itu, harta dan keluarganyapun mereka korbankan demi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Diantara kesekian banyaknya pahlawan-pahlawan yang ada di Indonesia ini, diberi nama atau diberi gelar oleh rakyat Indonesia. Misalnya Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia, Pahlawan Nasional, Pahlawan Revolusi, Pahlawan Reformasi, dan lain-lainnya.


Nama-nama Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia itu diantaranya ialah:
1.      Abdul Muis, Lahir di Bukittinggi, 3 – 7 – 1883, Wafat di Bandung, 17 – 6 – 1959, Makam di TMP Cikutra, Bandung.
2.      KH. Abdul Wahid Hasyim, Lahir di Jombang, 1 – 6 – 1914, Wafat di Cimahi, 19 – 4 – 1953, Makam di Tebu Ireng, Jombang.
3.      Haji Agus Salim, Lahir di Kotagedang, 8 – 10 – 1884, Wafat di Jakarta, 4 – 11 – 1954, Makam di TMP Kalibata, Jakarta.
4.      KH Ahmad Dahlan, Lahir di Yogyakarta, 1 – 8 – 1868, Pendiri Muhammadiyah, 1912, Wafat di Yogyakarta, 23 – 2 – 1923, Makam di Karang Kuncen, Yogyakarta.
5.      Dr. Cipto Mangunkusumo, Lahir di Ambarawa, 1886, Tokoh Tiga Serangkai, Pendiri Indische Partij, Wafat di Jakarta, 8 – 3 – 1943, Makam di TMP Watuceper, Ambarawa.
6.      Dr. Danudirja Setiabudi, Lahir di Pasuruan, 28 – 10 – 1879, Wafat di Bandung, 28 – 8 – 1950, Makam di TMP Cikutra, Bandung.

Disamping itu, banyak lagi nama-nama pahlawan yang lainnya. Semuanya pahlawan itu tetap sebati di hati kita. Kita selaku generasi penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik mungkin. Selaku seorang pelajar atau siswa serta mahasiswa cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan ini adalah dengan cara belajar setinggi-tingginya demi kemajuan Indonesia nantinya. Jangan hanya demo atau tawuran dimana-mana. Merusak aset masyarakat, atau aset negara. Mengganggu aktivitas masyarakat jika antar pelajar tawuran dijalan, saling lempar, saling pukul dan banyaklagi yang lainnya. Bagaimana kita bias mengisi kemerdekaan jika kita selalu saling baku hantam antara satu sama lainnya. Misalnya antar sekolah, antar kampus, dan bahkan antar lembaga, misalnya tentara dengan polisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...