Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 9

Kemudian kelambu aku pasang dengan rapi agar nyamuk-nyamuk tidak lagi dapat menggangguku melamunkan Dewi. Aku merebahkan badanku di tempat tidur. Aku mengantuk sekali. Aku menguap lebar seperti kuda nil yang sedang bermain-main air di danau Sebedang. Sepertinya aku tidak sempat untuk melamunkan Dewi, karena mataku begitu berat sekali untuk dibuka. Mataku semakin berat, semakin berat, semakin berat, dan “tertidurlah aku” dengan pulasnya di dalam kelambuku yang sudah sangat usang. Maklum kedua orang tuaku hanyalah seorang buruh tani yang sangat miskin.
Sedangkan pula adik-adikku sangat ramai. Aku mempunyai empat orang adik dan semuanya perempuan. Adikku yang pertama namanya Susiana, yang nomor dua namanya Elisa, yang nomor tiga namanya Norlia, dan yang nomor empat namanya adalah Norma. Sedangkan aku adalah anak yang pertama, laki-laki. Meskipun aku satu-satunya anak yang laki-laki, akan tetapi jiwa dan sifatku lembut seperti seorang perempuan. Jiwaku halus, lembut, mudah rapuh dan cengeng (mudah meneteskan air mata).
Aku tertidur pulas bagaikan dihipnotis oleh Kuya-Kuya yang seperti seekor kura-kura. Aku mengukir sebuah pulau dan berlayar menuju pulau impian. Di dalam tidurku aku bermimpi menemui Dewi. Kami bermain-main di sawah sambil lari-lari kecil. Sawah itu terletak tidak jauh dari rumahku, kurang lebih 300 meter. Sawah kedua orang tuaku sangat luas, sekitar 2 hektar (19.200 luasnya). Akan tetapi itu bukan tanah kami, tanah yang kami garap itu adalah kepunyaan orang Cina yaitu Si-Akew namanya.
Si-Akew ini sangat baik, lebih baik dari keluarga sebelah bapakku ataupun dari pihak ibuku. Si-Akew ini tinggalnya di Tebas Kuala Kecamatan Tebas yang berjarak sekitar 20 kilo meter dari rumahku di Desa Pusaka Dusun Sekadim.
Aku dan Dewi berlari-lari kecil menuju pondok kecil yang dibuat oleh bapakku untuk berlindung dari teriknya sinar matahari dan hunjaman air dari

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours