Jumat, 09 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 7


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 7

 “Ada apa Bang, kok tersenyum sendiri...?”, tanya adikku Norma.
“Tidak ada apa-apa kok”, jawabku singkat.
“Pasti ketemu Dewi tu...”, gledeknya padaku.
Adikku yang lain mentertawakan aku. Aku tersenyum malu, dan langsung masuk ke kamarku.
“Yeee... pasti dech ketemu Dewi tu...”, kata adikku yang nomor empat, Norlia namanya.
Di dalam kamar, aku mengambil buku diaryku yang berwarna hijau, kemudian aku tulis beberapa bait puisi. Puisi itu aku beri judul “kunang-kunang jadi saksi”. Puisi itu aku buat memang khusus untuk kami berdua sebagaimana yang telah aku alami saat itu. Kata demi kata kurangkai menjadi suatu kalimat yang begitu indah bagiku. Perasaan hati aku tuangkan lewat tulisan yang sesuai dengan nuansa hatiku saat itu. Kalimat demi kalimat sudah tertata dengan rapi. Kini jadilah bait-bait puisi yang indah. 
“Kunang-kunang Jadi Saksi”

Dingin angin menghembus tubuhku yang kerempeng
Ketika aku menunggumu terpacak bisu di pinggir jalan dusun
Sepoi bayu semilir menusuk sukmaku
Diiringi nyanyian kunang-kunang di pucuk pohon bambu

Pada saat aku merisaukanmu
Disaat itu pula kau hadir di depanku
Seakan-akan kau bidadari yang menjelma
Untuk menemaniku yang lagi sendiri

Genggaman tanganmu hangatkan darahku yang sejak tadi membeku
Elusan jemarimu yang lembut membakar qolbuku
Kini aku bahagia sekali

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...