Jumat, 09 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 3


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 3

Banyak lagi cerita atau kisah lain yang diceritakan oleh orang-orang yang lewat kepada orang-orang di kampungku.
Setelah mengetahui kisah-kisah tersebut aku susah sekali, pikiranku menjadi kacau. Aku takut Dewi kenapa-napa di jalan. Aku takut ia mengalami kecelakaan atau apa. Pikiranku kotor (piktor) jadinya. Aku mundar-mandir di depan pos kamling, kadang-kadang naik ke atas pos ronda. Kuarahkan senter kecil yang kubawa dari rumah ke arah jalan kuburan tua, namun Dewi masih belum saja terlihat.
“Ke mana Dewi, ya. Kenapa lama sekali. Kemana dia?”, keluhku sambil menatap jauh menembus kegelapan malam. Hanya kelip-kelip kunang-kunang yang menjadi penerang. Sedangkan bintang dilangit semuanya tertidur. Tidak ada satu bintang pun yang terjaga. 
Sudah lelah rasanya aku menanti, kaki sudah terasa pegel. Sedangkan nyamuk-nyamuk kecil telah banyak menghunjamkan jarumnya ke tubuhku. Seakan-akan aku teroris atau monster bagi nyamuk-nyamuk kecil tersebut. Aku lelah sekali karena mondar-mandir, kemudian aku tiduran di pos kamling tersebut.
“Ya, Allah... lindungilah Dewi. Lindungi ia ya Allah...” do’aku pada Sang Pencipta agar Dewi selalu dalam lindungan-Nya.
Kuarahkan kembali senterku ke arah yang gelap, di sana kulihat warna putih semakin mendekat.
“Mungkin itu Dewi... Tapi, kenapa putih ya?”, ucapku.
“Hantu kali ya... Tapi tak mungkin, karena bulu kudukku tidak merinding?”, aku meyakinkan diriku serta menghibur rasa takutku.
Warna putih itu semakin dekat, semakin dekat, dan ternyata memang benar, ia Dewi.
“Dewi...!”, ucapku. Aku segera menghampirinya. Dan kupegang tangannya, ia pun menggenggam tanganku.
“Sudah lama, Bang...?”, tanya Dewi sambil tersenyum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...