Selasa, 27 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 29


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 29

usiaku sudah 22 tahun. Bodohnya aku mencintai gadis yang masih bocah dan bau kencur.
Rohku semakin jauh menembus tembok-tembok awan hitam yang penuh dengan bulir-bulir air siap untuk ditumpahkan ke bumi. Aku semakin larut dalam ilusinasi yang kuciptakan sendiri. Lama-kelamaan aku semakin terlena dan terlelap. Aku hanyut di dalam mimpi bersama orang yang aku sayangi. Aku dan Dewi menari riang dan bernyanyi di sebuah danau yang indah dan asri yaitu Danau Sebedang di Kecamatan Sambas (sekarang Kecamatan Sebawi). Seakan-akan dunia ini milik kami berdua, yang lainnya semua pada numpang termasuk yang baca novel ini. Dunia hayal yang kubuat semacam film Hindustan, aku sutradaranya dan kami pula aktor dan aktrisnya. Sedangkan yang lainnya hanyalah sebagai pelengkap.
Aku tidur semakin lena, semakin hanyut, semakin jauh, semakin indah. Aku terbuai oleh mimpi-mimpi yang tidak pasti dan hakiki. Waktu terus berjalan, kini sudah pukul lima sore (17.00 wiba). Tiba-tiba saja kakiku tersandung batu yang ada disekitar tepian danau. Seketika itu juga aku terpeleset dan terjatuh. Dewi dengan spontannya menyambar tanganku. Kami terjatuh berbarengan. Dewi menindih badanku yang kurus kering dan kecil bagaikan seekor onta yang sudah tua di gurun pasir. Semua hening sesaat, aku dan Dewi merasakan kehangatan yang aneh telah menjalar ke seluruh tubuh kami berdua. Seolah-olah tubuh kami dialiri oleh listrik yang bermuatan 3.000 vol. Jantungku seakan-akan mau copot karenanya. Karena selama ini aku tidak pernah mengalaminya semacam ini.
Wajah kami berdekatan, hampir saja menyatu. Hembusan nafas Dewi sangat terasa di wajahku. Hangat hembusan nafasnya membangkitkan gelora di dalam dadaku yang aku tidak tahu itu apa maknanya. Mungkin ia pun merasakan hembusan nafasku yang keluar masuk dari cerobong kapal yang begitu besar ini. Wajahku semakin mendekat, semakain mendekat, semakain mendekat, biar lambat tapi pasti ke wajah Dewi. Seolah-olah ada magnet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...