Kamis, 22 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 27


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 27

Waktu terus berjalan, kini selesai sudah aku membantu Fariz untuk mengerjakan PR Matematikanya. Akan tetapi tugasku masih belum selesai. Karena adikku Norma masih menunggu untuk aku membantunya mengerjakan PR yang sama dengan Fariz.
“Sudah selesaikan, Bang?”, tanya adikku kepadaku.
“Iya, sini Abang ajarin”, pintaku pada adikku.
“Bang, terima kasih ya, atas pertolongannya. Fariz pulang dulu. Soalnya Fariz mau ke kebun ni sama ibu”, kata Fariz kepadaku sambil ia mengemaskan buku-bukunya yang ada di atas meja.
“Iya”, jawabku singkat sambil mengambil buku paket adikku.
“Idiiihhh... itulah Melayu, habis dibantu pulang, habis makan pulang. Kebiasaan... Gitu tidak baik, tau!”, kata adikku agak sedikit gurau kepada Fariz dengan dibuat-buat seolah marah kepada Fariz.
“Eeee... Norma”, jawab Fariz.
“Bang, pulang dulu, ya”, tambah Fariz sambil meninggalkan rumahku.
“Iya, hati-hati di jalan”, pesanku kepada Fariz sebagai ungkapan perhatian.
“Emangnya ada apa?! Hanya jalan kampung, mana ada mobil atau kereta api, apalagi bus!”, kata adikku kepadaku.
“Sok perhatianlah, tu”, ledeknya sambil mengambil buku PR-nya dari dalam tasnya.
“Yeee kamu, ada-ada aja. Ayo, mana PR-nya? Mari kita kerjakan sama-sama”, pintaku pada adikku agar PR-nya cepat selesai.
Adikku pun memperlihatkan PR-nya padaku.
“Samakan seperti Fariz, Bang?!”, katanya sambil mencoret-coret buku coretannya.
“Ya jelas samalah De’, kaliankan satu kelas. Jika beda itu sih, perlu dicurigai ibu gurunya. Ada apa denganmu?”, kataku sambil mengajari adikku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...