Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 26

 “O iya, PR Matematika. Aku lupa It”, tambahnya sambil mengembalikan buku tersebut kepada Fariz dan Farizpun mengambilnya.
“Dasar, pelupa”, ucapku sambil melanjutkan mengerjakan PR Matematika Fariz yang nomor enam.
Tidak lama kemudian datanglah adikku Norma sambil membawa buku-bukunya.
“Ajarin Bang...!”, pintanya padaku sambil duduk disampingku sebelah kanan.
“Tar, tunggu aja di situ. Lagi tanggung ni. Sebentar lagi selesai punya Fariz ni”, jawabku menjelaskan kepada adikku.
Adikku Norma membolak-balik buku paketnya yang dipinjamkan oleh ibu guru di sekolah. Buku itu sudah kelihatan lusuh sekali. Mungkin buku itu buku lama sejak aku SD kali. Kasihan SD ku tidak maju-maju. Waktu aku SD selalu mendapatkan juara kelas. Aku memang murid yang pintar waktu SD, aku selalu mendapatkan juara 1 (rangking satu). Akan tetapi setelah aku cacat, aku hanya mendapatkan juara dua. Aku tidak tahu mengapa, mungkin karena aku sudah malas untuk belajar.
Padahal cita-citaku dulu mau jadi ABRI, tapi setelah aku dapat musibah, buyar sudah cita-citaku. Aku jadi putus asa, kedua orang tuaku kecewa dan sedih karena aku yang tidak berguna. Setelah kejadian itu aku tidak ada teman. Aku selalu saja di ejek-ejek oleh teman-temanku. Padahal dulu mereka teman baikku. Entah mengapa nasibku kok berubah seperti itu.
Waktu itu usiaku baru semblan tahun. Adikku baru satu orang yaitu Susiana. Teman-temanku hanya perempuan, itupun hanya beberapa orang. Yang paling dekat dengan aku adalah Santi. Dia juga pintar, jika aku mendapatkan juara satu, dia pasti mendapatkan juara dua. Tapi setelah kelas empat, dia mampu mengalahkan aku hingga aku lulus SD. Dia tetap unggul dijuara satu, dan aku hanya mendapatkan juara dua. Itu faktanya.

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours