Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 25

 “Waalaikum salam”, jawabku sambil membuka pintu.
“Oh, kamu It. Ada apa ya, tengah hari begini kamu ke rumah Abang?”, tanyaku kepada Fariz sambil duduk dikursi teras rumahku.
“Apa ada yang bisa Abang bantu”, tambahku kepadanya.
Fariz pun duduk di kursi yang ada di sampingku sebelah kiri.
“Anu Bang”, kata Fariz sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Anu apa, It?! Bilang aja, jangan malu. Sama Abang aja kok malu”, kataku kepadanya agar ia mau mengatakan hajatnya kepadaku.
“Norma mana, Bang”, tanya Fariz mengalihkan pembicaraannya.
“Tidak tahu ya, main atau mungkin tidur kali dia. Soalnya tadi Abang sholat, makanya Abang tidak tahu. Yang Abang mau tahu sekarang, apa Abang bisa bantu buat kamu, It?”, tanyaku kembali kepada Fariz.
“Ajarin PR Bang. Kami ada PR Matematika, hanya sepuluh soal, Bang. Mudah kok soal-soalnya Bang”, kata Fariz kepadaku sambil mengeluarkan bukunya dari dalam tasnya.
“Kalau mudah kenapa tidak kamu aja yang mengerjakannya?”, kataku kepada Fariz meledeknya.
“Eeee... maksudku susah, Bang. Bagi Abangkan pastinya mudah. Karena Abangkan sudah mempelajarinya dulu waktu Abang SD. Iya kan...?”, kata Fariz sambil tersenyum kepadaku.
“Pandai kamu ya... sini Abang lihat PRnya”, kataku sambil mengambil buku PRnya.
Akupun mengajari Fariz PR. Setelah lima soal yang kami kerjakan, tiba-tiba keluar dari kamar adikku Norma.
“Ada apa sih, brisik sekali Bang? Apa yang dibahas sih?”, tanyanya.
“PR...?!”, jawab Fariz singkat sambil menoleh ke arah Norma.
“Peeee...eR, PR apa?”, tanya Norma sambil mengambil buku Fariz yang sedang dikerjakannya.

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours