Rabu, 14 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 21


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 21

 “Kamu ada PR tidak?” tanya Dewi kepada adiknya si Fariz. 
“Ada Cik... itulah makanya aku tanya Kak Cik, tapi PR-nya cuma sedikit, hanya 10 soal aja”, jawab Fariz sambil minum air putih.
“Ajarin ya, Cik”, pinta Fariz pada Dewi sambil menaruh gelasnya di atas meja makan.
“Mana bisa, Ning... Kak Cik kan mau pergi sekolah...!”, jawab Dewi sambil menyelesaikan makannya.
“Ya Kak Cik, habis sama siapa lagi aku minta tolong ngerjakan PR ni?” kata Fariz kecewa.
Angngah kan ada”, jawab Dewi kepada Fariz.
Angngah....!”, kata Fariz kecewa sambil menyelesaikan makannya.
“Mana dia mau. Paling-paling dia main ke rumah Bang Anto”, tambah Fariz.
“Ya sama Bang Anto saja kamu minta ajarin. Kamu kan satu kelas sama adiknya Norma. Sekalian Bang Anto mengajari adiknya. Iya kan...?!”, kata Dewi memberi saran kepada Fariz.
“Betul juga, tu.... terima kasih, Cik...!”, jawab Fariz sambil masuk ke kamar untuk mengganti baju sekolahnya.
Angngah yang dimaksudkan oleh Dewi adalah Abangnya yang nomor dua. Namanya aslinya adalah Mudassir. Mudassir ini merupakan salah satu temanku termasuk Abangnya. Abangnya yang pertama bernama Muzammil yang seusia denganku. Tapi jika dihitung dengan hari, aku lebih tua dari Muzammil, kira-kira selisih usia diantara kami sekitar 30 hari.
Di dalam kamar Fariz sibuk mengganti pakaiannya, sedangkan Dewi sudah mau berangkat ke sekolah. Ia menemui ibunya di kantin depan rumahnya.
“Bu, Dewi pergi sekolah dulu”, ucap Dewi sambil salaman kepada ibunya.
“Iya, hati-hati di jalan ya!”, pesan ibu Dewi kepadanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...