Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 20

 “Yang pastinya, ibu melarang kamu jangan terlalu dekat sama dia!.  Titik!”, tambah ibu Dewi sambil ke luar dari kamar Dewi. 
“Kenapa sih ibu itu, apa ada yang salah dengan Bang Anto atau keluarganya?. Selama ini, biasa-biasa aja kulihat”, tanya hati kecil Dewi sambil mengambil peralatan sekolahnya yang lain.
Setelah semuanya beres, Dewi ke dapur untuk makan siang. Dewi pun makan dengan lahapnya. Kemudian adiknya menghampiri Dewi yang baru pulang sekolah. Adik Dewi masih kecil namanya Alfariza. Alfariza waktu itu diperkirakan masih berumur sembilan tahun, ia baru duduk di kelas tiga sama seperti adikku Norma. Alfariza dan Norma lahir pada tahun yang sama yaitu tahun 1990. Alfariza ini dikeluarganya dipanggil dengan Fariz atau dipanggil Unning (Bang Ning).
Kak Cik mau pergi sekolah ya?” tanya Fariz kepada Dewi sambil duduk di sampingnya. (Cik atau Kak Cik (Accik) adalah panggilan buat Dewi dalam bahasa daerah Sambas).  
Base (gelar) yang diberikan oleh orang tua Dewi dan Fariz itu terbalik, jadi penulis menyesuaikan yang sebenarnya saja. Perlu diketahui oleh para pembaca bahwa anak yang pertama sekali (yang tua) dipanggil dengan Along, anak yang nomor dua dipanggil dengan Anggah, anak yang nomor tiga dipangil Udde, anak yang nomor empat dipanggil Unning, anak yang nomor lima dipanggil Accik. Sedangkan anak yang nomor enam dan seterusnya menyesuaikan dengan keadaan anak tersebut. Jika anak itu gemuk, maka dipanggil Ammok, jika putih dipanggil Kak Teh, jika tinggi dipanggil Anjang, jika rendah dipanggil Kak Dah, dan lain-lainnya (dalam bahasa daerah Sambas).
“Iya, memang kenapa?!”, tanya Dewi sambil menyuap nasi dengan lahapnya.
“Tidak apa-apa, kok. Tanya aja. Emang tidak boleh...?!” kata Fariz sambil mengambil nasi karena Fariz juga sudah lapar.
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -


Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours