Selasa, 13 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 19


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 19

Ketika Dewi di kamar mandi, ibu Dewi melihat PR Matematika yang dikerjakannya di rumahku. Ibu Dewi membolak-balik buku PR tersebut mencari-cari mana PRnya. Tidak berapa kemudian, dapatlah PR itu. Ibu Dewi memperhatikan PR itu dengan seksama, kali-kali aja ada yang salah.
“Ini kali ya PRnya. Masa’ anak tamatan SD bisa mengerjakan PR anak SMP. Aku tidak percaya ia bisa. Aku juga tidak yakin bahwa ini akan betul semua dan hanya salah satu”, kata ibu Dewi di dalam hati.
“Abang-abang dan kakaknya yang tamatan SMA saja belum tentu bisa menyelesaikan PR ini”, tambah ibu Dewi sambil meletakkan buku tersebut ke dalam tas Dewi.
Tidak lama kemudian Dewi pun masuk. Dewi sudah selesai mandi dan kini tubuhnya sudah harum oleh wewangian sampo dan sabun wangi. 
“Apa yang ibu lihat, Bu?! Memangnya ibu juga tahu dengan PR Matematika, ibu juga kan hanya tamat SMP, pelajaran dulu sama sekarang beda, Bu”, kata Dewi kepada ibunya. Sambil mencari baju sekolahnya.
“Iya, ibu tahu. Memang susah pelajarannya, makanya ibu kurang yakin, bahwa si Anto bisa menyelesaikan PR-mu. Abang dan kakakmu saja belum tentu bisa mengerjakan PR itu. Oleh sebab itulah kamu jangan lagi berteman dengan Anto. Nanti dia membawa pengaruh buruk kepadamu. Karena dia tidak sekolah. Sedangkan kamu anak sekolahan, Abang-abang dan kakakmu semua sekolah”, kata ibu Dewi memarahi Dewi dan melarang Dewi untuk berteman denganku karena aku tidak sekolah.
“Emang kenapa sih, Bu... Ibu kok benci kepada Bang Anto. Memang ia salah apa sama ibu. Sedangkan keluarganya kan masih marga ibu. Ibu dan Mama Bang Anto kan sepupuan”, kata Dewi memberikan penerangan kepada Ibunya sambil memakai pakaiannya.
“Iya, sepupuan memang. Tapi sudah dua pupuan”, kata Ibu Dewi sambil menjelekkan wajahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...