Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 17

 “Nahhhh.... ketahuan, lagi apa tu? Pacaran ya? Nanti kubilang Ibumu Kak...!”, ledek adikku.
”Kami tidak ngapa-ngapain kok. Kami cuma ngerjain PR ku aja”, kata Dewi menjelaskan kepada adikku dengan sedikit agak takut.
Aku menoleh ke arah adikku sambil menggigit bibirku sebagai isyarat bahwa aku geram dengan ledekannya kepada Dewi yang membuatnya sedikit takut. Setelah itu, adikku bergegas masuk ke dalam menuju kamarnya.
“Bang, Dewi pulang dulu ya. Soalnya sudah siang ni, Dewi mau mandi, makan, dan siap-siap untuk berangkat ke sekolah”, kata Dewi sambil mengemaskan buku-bukunya yang sejak dari tadi masih berserakan di atas meja.
“O.. iyalah, Wi”, jawabku singkat.
“Abang bantu ya...!”, tambahku sambil mengambilkannya buku yang masih tersisa di atas meja. Dewi hanya tersenyum dan sedikit mengangguk.
Semuanya sudah beres. Buku-buku semuanya sudah masuk ke dalam tas Dewi. Dewi kemudian permisi kepadaku.
“Bang, Dewi pulang dulu ya. Dan nanti malam tunggu Dewi di tempat biasa, ya”, pintanya Dewi kepadaku sambil salaman.
“Iya, siplah itu”, jawabku senang.
Dewipun pulang dengan berjalan yang agak terburu-buru di karenakan hari sudah mulai siang. Ia takut akan terlambat datang ke sekolah karena lama menunggu oplet. Setibanya di rumah. Dewi ditanya oleh ibunya.
“Dari mana kamu, Wi...!??”, tanya ibunya kepada Dewi dengan nada suara yang agak tinggi.
“Dari rumah Bang Anto, Bu...”, jawab Dewi sambil melangkah menuju kamarnya.

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours