Sabtu, 10 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 15


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 15

 “Yang mana PR-nya coba tunjukkan kepada Abang”, mintaku pada Dewi. Dewipun membuka-buka buku LKS Matematikanya.
“Ini Bang, latihan satu hanya sepuluh soal, Bang”, katanya sambil memperlihatkan soal itu padaku. Akupun memperhatikan soal-soal itu dengan seksama sekali. Keningku berkerut-kerut melihat soal itu yang amat sulit bagiku.
“Susah juga ya soalnya, tapi tidak apa, kita coba-sama-sama ya. Jika Abang tidak tahu Dewi yang bantu, ya”, kataku kepada Dewi dengan semangat dan yakinnya. Seolah-olah akulah yang terpintar di matanya. Padahal hanya beberapa soal yang aku mengerti.
Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah satu jam Dewi di rumahku. Kami mengerjakan PR itu dengan semangat sekali sambil bercanda gurau sedikit-sedikit (colek-colek, cubit-cubit). Tidak lama kemudian, kudengar Dewi mengatakan sesuatu dari mulut yang manis serta bibirnya yang “wah”.
“Bang, haus ni”, ucapnya sambil menoleh ke arahku.
“Hausss....?”, jawabku kaget.
“Kok gitu sih!”, katanya padaku sambil memukul bahuku.
“Iya... iya... maaf, Wi... Abang lupa, bentar ya, Abang ambilkan air dulu”, ucapku sambil meninggalkan Dewi ke dapur. Aku mengambil air seketel dan dua gelas kaca warna putih. Kemudian akupun menemuinya di ruang tamu.
“Nahhh, ini airnya sudah Abang bawa dengan ketel-ketelnya. Pasti haus Dewi akan hilang dengan segera. Dewi boleh minum sepuas-puasnya”, kataku kepadanya.
“Bang... Bang..., kenapa ketel-ketelnya dibawa juga ke sini! Dasar orang laki tidak tahu melayani tamu”, kata Dewi sambil menjulurkan lidahnya kepadaku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...