Sabtu, 10 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 13


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 13

pakaian yang lainnya. Setelah semuanya beres, aku wudhuk dan sholat tahajud. Dalam sholat tahajud itu aku pinta pada Tuhan agar Dewi menjadi milikku seutuhnya dari sekarang hingga akhir hanyat kami. Setelah selesai sholat tahajud aku tidur kembali dengan pulas seperti tidurnya seekor kucing karena dinginnya udara dipedesaan.
Keesokan harinya sekitar pukul 09.00 pagi Dewi main ke rumahku.
“Assalamualaikum, Bang...!” Dewi mengucapkan salam dari luar, sedangkan pintu rumahku terbuka lebar.
“Bangggg.... apa ada orang di dalam!?”, ucap Dewi mengulangi salamnya.
“Bang....!”, tambahnya.
“Walaikum salam”, ucapku dari dalam kamar. Aku sedang ganti baju karena baru selesai mandi habis pulang dari kebun. Setelah semuanya beres dan rapi dengan bebauan minyak wangi kasturi yang kupesan dari tanah sorga, kini dengan pd-nya (percaya diri) aku menemui Dewi yang istimewa di mataku.
“Silakan masuk, Wi...!”, ajakku pada Dewi.
“Tumben kemari....! Mau cerita tentang mimpi yang sama ya...?”, tambahku sambil duduk di depan Dewi.
“Tidak...! Mimpi apa, Bang...?”, tanya Dewi kepadaku, dan ia pun duduk di depanku.
“Bau apa ini, Bang...lain sekali baunya?”, tambahnya.   
“Ya, bau minyak wangilah Wi, emang bau apa? Bau Kentut...!”, tanyaku penasaran.
“Tidak...! Baunya seperti bau babi ontong (sigung; mamalia hitam dengan garis putih seperti kucing) saja”, gurau Dewi kepadaku.
“Emmmm... ngolok (ngeledek) ya... wangi-wangi gini dibilang seperti bau babi ontong (sigung)”, ucapku kepada Dewi sambil mencubit pipinya yang tembem. Dewi tersenyum malu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...