Sabtu, 10 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 12


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 12

 “Aaabang ada aaadi...!”, kataku sambil memetikkan jemariku namun tidak berbunyi.
“Idee...!”, katanya membetulkan.
“Iya, sengaja...”, jawabku.
“Ayo, sini ikut Abang”, kataku sambil menarik tangannya.
“Kemana, Bang...!”, jawabnya sambil mengikuti langkahku.
“Ikut saja...”, tambahku.
Kini sampailah kami pada tempat yang kutuju, yaitu sebuah telaga kecil tempat bapakku menambil air untuk menyamprot hama padi. Air telaga kecil itu jernih sekali, mungkin karena semalam turun hujan. Jadi air telaga itu jernih.
“Nah, Dewi boleh bercermin sekarang pada air telaga tersebut”, kataku kepadanya.
Dewi pun menundukkan badannya dan bercermin pada air telaga tersebut. Ia tersenyum malu sambil memegang bunga yang terselip ditelinga kanannya. Pada saat itu kami terdiam, hanya hati kami yang saling bicara.
“Kamu memang cantik Dewi”, ucap hati kecilku.
“Yang benar, Bang...”, ucap hati kecil Dewi yang kurasakan.
“Iya, memang benar, kok”, balasku padanya.
Akupun menunduk melihat wajahku di air telaga tersebut. Namun dasar Dewi nakal, air telaga itu dipercik-percikkannya ke wajahku. Dan “byuuuuuuurrrrrrrr.........................”. Aku didorong oleh Dewi ke dalam telaga kecil itu. Kini bajuku sudah basah oleh air telaga tersebut.
Aku kaget, ternyata aku terjatuh dari tempat tidur dan ngompol karena mimpi bersama Dewi di persawahan.
“Wahhhhh.... kurang asam, ternyata mimpi. Aduhhhhh apa yang basah ni.... wahhhhh ngompol lagi.... kurang asam Dewi, dibuangnya aku ke dalam telaga”, gerutuku mengenai mimpi malam itu. Aku terus ke wc untuk menyiram senjataku (mandi) dan menyalin celana dan bajuku dengan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...