Jumat, 09 Januari 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 10


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 10

langit. Dewi tertawa riang diiringi nyanyian burung pipit yang sedang hinggap didahan-dahan padi menandakan bahwa hatinya lagi bahagia. Dewi menggenggam tanganku dengan erat karena ia takut terjatuh. Namun, tiba-tiba kakinya terpeleset dan “jatuh”lah ia ke rumpun padi, tak luput pulaaku yang terbawa olehnya. Tubuh Dewi yang begitu sintal dan bronsor aku tindih “sesaat”.
Setelah aku sadar, akupun bangkit dari rumpun padi. Aku tidak berani lama-lama menindih tubuhnya sperti dalam film-film atau sinetron, karena semua itu hanyalah rekayasa semata. Sedangkan kenyataannya yang terjadi padaku tidak seperti itu. Dewi tertawa terbahak-bahak, ia malah senang terjatuh. Sedangkan aku menjadi malu karenanya. Karena selama ini aku tidak pernah mengalami hal seperti ini.
“Ha ha ha ha ... asik sekali, pengen deh sekali lagi...”, ucap Dewi begitu polos dari bibirnya yang ranum itu.
“Alahhhh... malah kegirangan, nanti gatal lho tubuh kamu”, jawabku kepadanya.
“Biarin, kan ada yang garukin..”, jawabnya manja.
“Siapa...?” tanyaku sambil menoloeh ke arah burung pipit yang berterbangan ke sana ke mari.
“Abanglah... abangkan baik hati dan tidak sombong. Iya kan, Bang...?”, kata Dewi dengan manja.
“Iya deh... ayo kita ke dangau”, ajakku kepada Dewi.
Tangan Dewi aku pegang, ia tersipu malu. Langkah kaki semakin cepat, karena ingin cepat berteduh dari sinar matahari. Sekitar 50 langkah tibalah kami di dangau (pondok) yang dibuat oleh bapakku. Kami duduk didepan pintu. Dewi duduk di sampingku, dia disebelah kiri sedangkan aku di sebelah kanannya. Kami saling bercerita dan bercengkrama tentang alam dan cinta serta burung-burung pipit yang manja. Burung-burung pipit yang berterbangan disekeliling pondok kami.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...