Innalillahi Wainna Ilaihirojiun Kucingku Mati
http://shima-chintaanugerah.blogspot.com
Innalillahi wainna ilaihirojiun, setiap yang bernyawa pasti akan mati (kulli nafsin zaikatul maut).   Kucingku telah mati pada malam ini tanggal 11 subuh kamis jam 01.30 wiba. Tidak pernah kubayangkan dan diperkirakan sama sekali. Kejadiannya begitu cepat, padahal tadi malam pukul 18.30 wiba, aku masih makan bersama kucingku itu. Tapi, ternyata itu pertemuan kami yang terakhir. Tepat jam 01.30 kucingku mati karena makan racun tikus yang dipasang oleh bapakku di bawah kamar adikku. Karena tikus dirumahku banyak sangat, tahi dan air kencingnya membuat kamar adikku terasa pengap. Mau sholat dan tidur jadi susah karena baunya semerbak sekali. Apalagi tahi dan air kencing dari tikus curut (tikus curri-bahasa Sambas).  

Adikku mengadukan hal itu kepada bapakku, kemudian bapakku memasang racun tikus dibawah kolong kamar adikku dengan umpan tulang kepala ikan atau udang. Tanpa sengaja dan tidak kami ketahui, ternyata umpan racun tikus tersebut kucingku makan. Dan akhirnya ia....”mati”. sebelum kucingku mati, pertolongan pertama sudah kami lakukan (aku dan adik-adikku). Yang aku lakukan adalah menawarinya, membuatkan air tawar, sholat tahajut untuk memohon kesembuhannya pada Tuhan (aku dan adik-adikku secara gantian), kemudian meminumkan susu manis kepada kucingku itu. Ternyata semua yang kami lakukan belum direstui tuhan, tuhan sayang dengan kucingku itu. Sebenarnya aku (kami) takut Tuhan, karena kucing ini kesayangan Nabi Muhammad, dan kucing ini teristimewa. Nanti bagaimana nasib kami diakhirat, kucing itu akan menuntut kami. Karena kamilah yang menyebabkan ia mati keracunan.

Aku dan adik-adikku menangis malam ini, entah apa yang akan terjadi esok hari. Tuhan, maafkan kami, maafkan keteledoran kami, maafkan kami kucingku, maafkan bapak dan ibuku serta kami semua yang telah membuat kau mati. Kami tidak bermaksud untuk meracunmu, yang kami racun adalah tikus. Jika diingat beberapa bulan yang lalu, sebenarnya kucing tersebut kucing liar. Kucing layahan orang (kucing yang telah dibuang oleh pemiliknya dijalanan). Kemudian kucing itu datang kerumah minta makan. Ia ter-meong,,,meong,,,meong,,, kemudian ibuku kasih makan, adikku kasih makan. Akhirnya ia tinggal bersama kami di rumah. Akhirnya kucing yang kurus tersebut jadi gemuk dan hamil. Namun pada malam ini, Tuhan berkehendak lain, kucingku itu mati karena makan umpan racun tikus yang bapakku pasang di bawah kolong tempat tidur adikku. Entah dari mana kucing itu masuk dan memakan umpan tersebut. Tidak seorangpun yang tahu.
Malam ini aku tertidur pulas dan mau mimpi sesuatu, tiba-tiba adikku mengedor pintu kamarku. Ia mengatakan telah mendengar suara yang aneh, seperti suara kesakitan. Lalu kami cari dikolong rumah dengan menggunakan senter. Ternyata tidak ada sama sekali, setelah kami diam sesaat, dan terdengar bunyi dari dalam kamar, seperti bertrujang-trujang (kejang-kejang), dan kami laihat (kusuluh dengan senter), ternyata kucingku lagi melawan rasasakitnya. Tahi dan air kencingnya sudah membasahi tubuhnya dan telah mengotori kolong tempat tidur adikku. Adikku dengan sigap membawa kucing itu keluar dan mambasuh tubuhnya. Aku bingung, apa yang harus aku lakukan, lalu aku ambil air dan kubuatkan air tawar, agar racunnya jadi tawar.

Upaya demi upaya telah kami lakukan, tapi Tuhan berkehendak lain, ia telah dipanggil Tuhan. Kami menangis semuanya (aku dan kedua adikku). Ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya kami mengalami kematian binatang peliharaan kami. Yang pertama kambing, kedua kucing, sekarang kucing lagi.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours