Dialog Antara Hamba Dengan Rabbnya
Dialog Antara Hamba Dengan Rabbnya ternyata ada di dalam Al-Quran. Akan tetapi apakah diantara kita ada yang mengetahuinya? Terdapat dalam surah apa dialog antara hamba dengan Rabb-Nya? Semua itu terdapat di dalam surah Al-Fatihah yang tujuh ayat tersebut. Surah Al-Fatihah merupakan tujuh ayat yang selalu dibaca berulang-ulang. Karena surah Al-Fatihah ini selalu dibaca didalam sholat lima waktu sehari semalam dan sholat sunat yang lainnya.
Surat Al-Fatihah merupakan dialog antara hamba dengan Rabb-Nya, telah dituangkan di dalam Shahîh Muslim (IV/324 no. 876) dari hadits Abu Hurairah disebutkan, bahwa Rasulullah  bersabda, Allah ta’ala berfirman: “Aku membagi shalat (surat al-Fatihah) [Lihat: Tafsîr al-Qurthubi (I/146)] antara diri-Ku dengan hamba-Ku dua bagian [maksud dari pembagian menjadi dua bagian adalah: bagian setengah pertama surat al-Fatihah sampai ayat kelima adalah pujian hamba untuk Allah, sedangkan bagian setengah kedua yaitu dari ayat keenam sampai akhir adalah permohonan seorang hamba untuk dirinya sendiri, dan hamba-Ku akan memperoleh apa yang dimintanya.
1.      Tatkala seorang hamba atau seorang insan melafazkan: “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam”. Allah Ta’ala berkata: “Hambaku telah memuji-Ku”.
2.      Jika ia mengucapkan: “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Ta’ala berkata: “Hamba-Ku telah memuliakan diri-Ku”.
3.      “Penguasa hari pembalasan” Allah Ta’ala berfirman: “Hamba-Ku telah mengagungkan diri-Ku”. Dilain kesempatan Allah berkata: “Hamba-Ku telah berserah diri pada-Ku”.
4.      Manakala seorang hamba mengucapkan: “Hanya kepada-Mu-lah aku menyembah dan hanya kepada-Mu-lah aku memohon pertolongan”. Allah Ta’ala berkata: “Ini (merupakan urusan) antara Aku dengan hamba-Ku, dan hamba-Ku akan memperoleh apa yang dimintanya”.
5.      Dan ketika ia mengucapkan; “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri kenikmatan bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. Allah Subhanahu Wata’ala menjawab: “Inilah (hak) milik hamba-Ku, dan hamba-Ku akan memperoleh apa yang dimintanya”.
Menurut seorang Imam yang bernama Imam Ibn Rajab (w. 795 H) menerangkan bahwa: “hadits di atas menunjukkan bahwa Allah Subhanahu Wata’ala mendengarkan bacaan orang yang telah shalat, sebab dia sedang bermunajat (berbisik-bisik, berkata-kata, atau berbicara) dengan Rabb-nya. Dan Allah menjawab setiap bisikan hamba-Nya, kalimat per kalimat.” Maka seorang hamba tatkala membaca surat Al-Fatihah, hendaklah ia membacanya dengan pelan ayat per ayat. Setiap membaca suatu ayat dia diam sejenak menanti jawaban Allah akan munajatnya. Andaikan kita meresapi keterangan di atas dan mencoba untuk merasakannya, niscaya kita akan mendapatkan nikmatnya bermunajat dengan Allah Subhanahu Wata’ala. Setiap dirundung masalah kita selalu bergegas menghadap Rabbul Alamin, untuk memohon pada-Nya bantuan, pertolongan, limpahan kasih sayang dan curahan ampunan-Nya. Kita meminta belas kasihNya agar segala dosa, penderitaan, kesusahan, kemiskinan, hilang dari kita. Dan yang ada kebahagiaan di dunia dan diakhirat. Allah Subhanahu Wata’ala selalu melihat apa-apa yang telah kita lakukan, meskipun kita sembunyi dibalik tujuh pintu besi yang tebal, Allah tetap mengetahui, karena Allah Subhanahu Wata’ala Maha Mengetahui. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 115 yang artinya “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah[83]. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 115). Keterangan: [83]. Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours