Guru PAUD Bergelut Dengan Penjambret
Guru PAUD yang selama ini kita kenal adalah seorang wanita yang lembut, menawan, penyabar, sopan dan baik hati. Ia mampu menaklukkan murid-muridnya yang banyak yang masih kecil-kecil. Untuk mengurusi anak-anak PAUD sebenarnya dibutuhkan kesabaran yang tinggi dan mencerminkan seorang wanita yang mempunyai sipat keibu-ibuan meskipun ia masih dara (belum menikah). Kebanyakan guru PAUD masih belum menikah alias masih dara atau masih menuntut ilmu (kuliah). Mereka mengajar di PAUD merupakan kerjaan sampingan mereka demi mencari uang tambahan untuk kuliah yang jauh dari orang tua. Sedangkan di kampung orang tua juga sering sakit-sakitan. Semua itu terkadang menjadi tanggungjawab bagi anak tersebut jika ia aanak yang paling tua atau yang masih belum kawin. Begitulah halnya dengan seorang ibu PAUD ini yang berada di Kota Singkawang, sebut saja namanya Susan (bukan nama sebenarnya red).

Ibu guru Susan, dalam kesehariannya merupakan seorang ibu guru yang ulet, baik, dan lemah lembut kepada murid-muridnya juga pada setiap orang. Ia ramah dan sopan serta suka bergaul dengan siapa saja yang dianggapnya aman bebas dari pengaruh narkoba dan sebagainya. Namun pada suatu malam, ketika ia pulang dari les (mengajar les) di BTN Kowina Sei Garam dalam perjalanan pulang sekitar pukul 20.30 wiba, ia dibuntuti oleh seorang pemuda yang tidak dikenal dengan mengendari motor mio. Sedang ibu Susan mengendarai motor Supra yang sudah agak berumur. Ia merasa curiga dengan pemuda tersebut, namun belum sempat ia menetralisir kecurigaannya, dengan cepat pemuda tersebut menjamret tas yang dibawa oleg ibu Susan. Terjadilah tarik-menarik diantara penjamret dan ibu Susan sambil bermotor. Karena pemuda itu kuat, maka tas tersebut dapat dibawa kabur oleh pemuda tersebut. Si penjamret terus melajukan sepeda motornya seperti dikejar-kejar setan.    

Ibu Susan yang merasa tasnya telah dibawa kabur oleh pemuda tidak dikenal tersebut, terus mengejarnya. Meskipun tubuhnya waktu itu agak lemah, karena masih belum makan. Dengan sekuat tenaga yang dimiliki oleh ibu Susan terus mengejar si penjamret. Dengan bantuan Allah, dapatlah ia mengejar sipenjamret, dan menghadangnya. Terjadilah pergelutan diantara ibu Susan dan si penjamret ditepi jalan raya dan berdekatan dengan sawah. Keadaan pada malam itu sangat sepi, dijalan raya hanya satu dua kendaraan yang lewat. Maklum karena siangnya hari hujan degan derasnya. Jadi penduduk mau keluar terasa dingin. Orang-orang yang kebetulan lewat melihat kejadian itu hanya berlalu saja, seolah-olah mereka melihat orang suami istri yang sedang berkelahi. Ibu Susan bagaikan dibungkam mulutnya karena sejak dari tadi tidak berteriak maling atau jamret. Ia bagaikan terhipnotis untuk diam seribu bahasa. Ketika terjadi pergelutan itu, ibu Susan beberapa kali juga dipukul oleh pemuda yang bringas itu. Namun, ibu Susan tidak mau kalah, ia mengeluarkan jurus taninya, yang telah diwariskan oleh kedua orangtuanya sejak ia masih kecil. Ketika itulah baru ia berteriak jamret. Penjamret tersebut dapat ditaklukkan oleh ibu Susan dengan susah payahnya. Setelah mendengar teriakan ibu Susan, maka berdatanganlah orang-orang yang mendengar teriakan ibu Susan. Kemudian tanpa basa-basi orang-orang memukuli dan menelanjangi pemuda tersebut dan dibawa ke kantor polisi terdekat. Ibu Susanpun diintrograsi oleh Pak Polisi. Pertanyaan Pak Polisi adalah “pekerjaan ibu apa?” jawab ibu Susan “guru PAUD Pak”. Pak Polisi terkejut. “guru PAUD Bu, guru PAUD atau guru karate Bu”. Kenapa Pak Polisi berkata seperti itu? Karena dengan beraninya seorang ibu guru PAUD yang kita kenal dengan kelembutan dan keayuannya di depan murid-muridnya serta kita-kita semua. Ia dengan kuatnya melawan si Penjamret yang badannya besar dan kokoh itu menjadi babak belur ditambah lagi pukulan dari masyarakat setempat.     

Mengapa ibu Susan melakukan semua itu demi tasnya? Karena di dalam tas tersebut ada uang sebesar Rp. 900.000 dan kartu pendaftar pegawai negeri di Kabupaten Sekadau. Karena ia akan tes pengawai negeri pada hari senin ini. Dan uang tersebut akan dipergunakannya untuk biaya ke Sekadau. Mudah-mudahan ia lulus dan menjadi Pegawai Negeri. 
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours