Puisi Menyabut Bulan Muharram
Puisi pada bulan Muharra ini atau bulan Asyura, sering dicari pada saat bulan Muharram. Dibeberapa sekolah baik SD, SMP, dan SMA kadang-kadang mengadakan berbaga kegatan lomba, diantaranya ialah; baca puisi, tausiah atau kultum, lomba kaligrafi, menghafal surah pendek, praktek sholat, wuduk, kasidahan, dan banyak lagi yang lainnya. Kegiatan itu bertujuan untuk mengembangkan bakat atau kemampuan yang ada pada anak serta anak lebh bias percaya diri. Tujuan lainnya adalah agar anak semakin giat dalam menghafal ilmu-ilmu agama serta anak mencintai agama Islam dan selalu melaksanakan kegiatan keagamaan yang ada, seperti Maulid Nabi, isra’ mi’raz Nabi Muhammad SAW, memperingati tahun baru hijriyah (Muharram), dan hari-hari besar Islam yang lainnya. Dibawah ini adalah sebuah puisi perbandingan antara tahun baru hjriyah dan tahun baru masehi. Penulis memberi judul dengan “Muharram dan Masehi”.

Hari yang mulia
Hari yang penuh makna
Hari yang dilupakan
Hari yang terabaikan

Jika hari masehi menjelang
Semua orang berpesta ria
Bunyi-bunyian dmana-mana
Hinggakan telinga mau pecah

Tempat-tempat keramaian dikunjungi
Bahkan tempat sepi pun disinghai
Tidak perduli kuburan yang sunyi
Semua itu bikin hapy

Lain hanya dengan tahun baru Islam
Umat Islampun banyak yang tidak merayakan
Ketika ada ceramahan
Hanya sedikit yang datang untuk mendengarkan

Orang bosan atau jenuh dengar tausiah
Bikin ngantuk dan rasa lelah
Mata menjadi berat
Kepala mau jatuh dbantal

Muharram yang terlupakan
Muharram hanya sekedar tanggal merah
Tidak ada kegiatan atau acara sama sekali
Hanya segelintir orang yang peduli

Apa bedanya Muharram dan Masehi


Nah, itulah puisi tentang muharram dan masehi, jauh sekali perbedaan antara memperingati tahun baru Masehi dan tahun baru Hjriyah. Alasannya mungkin karena tahun baru Hijriyah hanya untuk orang Isla saja, sedangkan tahun baru Masehi untuk semua agama. Akan tetapi jika kita kaji dalam ajaran agama Islam, kebanyakan yang memperingati tahun bari masehi itu orang-orang Islam yang terbanyak. Padahal semua itu bukan budaya Islam. Jangan kita hanya ikut-ikutan saja, akan tetapi kita tidak tahu apa akibatnya. Yang kita tahu hanya suka-suka, padahal jika tahun baru Islam itu mendatangkan banyak pahala dan kebersamaan. Jika tahun baru Masehi itu yang ada hanyalah “dosa” maaf. Minum-minuman, esek-esekan, dance-dancean, presex, dan banyak lagi yang lainnya. Sedangkan tahun baru Islam, tausiahan, pawai ta’aruf, kasidahan (lomba), atau pengajian dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours