Karya Tulis Ilmiah Paud/Tk Kurikulum 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum PAUD PONDOK BELAJAR harus mempunyai kurikulum yang dapat diterjemahkan dilapangan dengan cerdas dan efektif agar pembelajaran sesuai dengan beban materi yang ada.
Pendidikan Anak Usia Dini memandang anak sebagai ndividu yang utuh sehingga membutuhkan pelayanan menyeluruh yang meliputi berbagai aspek perkembangan fisik dan psikis. Secara kodrati bahwa anak sejak lahir memiliki lebih dari satu bakat, tetapi bakat tersebut bersifat potensial. Untuk itu anak perlu diberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangannya. Pertumbuhan dan perkembangan akan tercapai secara optimal, apabila diciptakan situasi dan kondisi kondusif yang sesuai dengan kebutuhan anak yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sehingga layanan pendidikan yang diberikan harus memperhatikan keberagaman budaya, agama, kondisi alam dan pola kehidupan sehari-hari anak. Selain itu sangat perlu diperhatikan kodrat anak sebagai makhluk sosial, kreatif, dan relegius. Oleh karena itu pengembangan anak usia dini berorientasi pada pendekatan berpusat pada anak (student centered). Oleh karena itu kurikulum disusun dan dilaksanakan berdasarkan pada prinsip-prinsip yang berorientasi pada tujuan, relevansi pendidikan, efektifitas, keluwesan, berkesinambungan, dan pendidikan seumur hidup.
        
B.           Dasar Pemikiran
Di dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan PAUD PONDOK BELAJAR didasarkan pada landasan filosofis dan yuridis dengan penjelasan sebagai berikut:
1.      Dasar Filosofis.
Dengan berlandaskan dasar filosofis anak yang identik dengan usia bermain sekaligus sebagai kebutuhan psikisnya untuk pembentukan moral, mental, dan kepribadian atau karakter juga membutuhkan gizi pengetahuan. Pendidikan dan bermain menjadi salah satu hak dasar anak yang harus dipenuhi demi pertumbuhan dan perkembangannya. Bermain sekaligus sambil belajar merupakan kebutuhan dasar anak. Oleh karena itu sebagai makhluk yang memiliki aspek biologis, psikologis, sosiologis, dan antropologis.
Dengan demikian pembelajaran di PAUD PONDOK BELAJAR menggunakan konsep belajar sambil bermain (learning by playing), belajar dengan berbuat (learning by doing), belajar melalui stimulasi (learning by stimulating). Semua yang ada harus diselaraskan dengan isi kurikulum disusun dan dikembangkan untuk diseluruh potensi anak yang berhubungan dengan nilai seni, keindahan, keselarasan yang mengarah dalam kehidupan anak sesuai dengan kebudayaan setempat.   
2.      Dasar Yuridis.
Dasar yuridis ini termuat di dalam beberapa dasar atau landasan hukum, diantaranya ialah;
a.       Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab. 1 butir 14 dinyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia  tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
b.      Pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dinyatakan bahwa:
1.      Ayat (1) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
2.      Ayat (2) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan atau informal.
3.      Ayat (3) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jalur pendidikan formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat.
4.      Ayat (4) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jalur pendidikan formal: TK atau bentuk lain yang sederajat.
5.      Ayat (5) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
6.      Ayat (6) ketentuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (Perpem).
c.       Selanjutnya pada pasal 28 B ayat (2) dinyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Sedangkan pada pasal 28 C ayat (2) dinyatakan bahwa setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
d.      Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
e.       Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
f.        Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

C.           Tujuan Pengembangan Kurikulum
Tujuan Pengembangan Kurikulum Kelompok Bermain (KB) PAUD PONDOK BELAJAR adalah sebagai dasar yang dijadikan sebagai acuan atau pedoman bagi guru-guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), ataupun SPS yang bersifat komprehensif.
Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan, diantaranya ialah sebagai berikut:
a.       Dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap dan mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran pendidikan anak usia dini. Prinsip-prinsip pembelajaran pendidikan anak usia dini tersebut diantaranya ialah: 
1.      Anak sebagai pembelajar aktif.
2.      Anak belajar melalui sensori dan panca indra.
3.      Anak membangun pengetahuan sendiri.
4.      Anak berfikir melalui benda konkret.
5.      Anak belajar dari lingkungan disekitarnya.
b.      Melibatkan orang tua.
Keterlibatan peran serta orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting sekali. Untuk itu ada lima (5) prinsip pembelajaran di atas sebaiknya juga harus dipahami oleh orang tua. Sehingga dapat bersinergi dalam mendidik anaknya di rumah dan memberikan spirit dan motivasi yang tinggi agar anak bisa cepat berkembang sesuai dengan potensi besarnya. 
c.       Mengembangkan Standar Kompetensi Anak.
Standar Kompetensi sebagai acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak usia dini.
d.      Melayani kebutuhan individu anak.
Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan, dan minat setiap anak.
e.       Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak.
Hendaknya dapat memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak setiap saat berada di lingkungan sekolah atau lembaga.
f.        Mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus.
Kurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk yang berkebutuhan khusus.
g.       Memberikan penjelasan prosedur pengelolaan lembaga.
Memberikan kejelasan prosedur manajemen atau pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.
h.       Menjalin kemitraan.
Dengan menjalin kemitraan dengan berbagai sumber yang dapat bersinergi mendukung tujuan pendidikan sehingga daat tercapai.
i.         Merefleksikan kebutuhan dan nilai masyarakat.
Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dari nilai-nilai budaya suatu masyarakat.
j.        Penyediaan sarana dan prasarana.
Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh lembaga.
k.      Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).
Dapat memberikan penjelasan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di dalam lembaga tersebut.

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours