Mengapa Orang Suka Gaya Sek 69? Manusia adalah makhluk biologis. Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling memerlukan


Mengapa Orang Suka Gaya Sek 69?
Gaya Sek 69
Mengapa Orang Suka Gaya Sek 69?

Manusia adalah makhluk biologis. Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling memerlukan antara satu sama lainnya. Yang laki-laki pasti membutuhkan yang perempuan, begitu pula sebaliknya. Karena laki-laki adalah pakaian bagi perempuan dan perempuan adalah pakaian untuk laki-laki. Karena manusia makhluk biologis pastinya membutuhkan tempat untuk meluahkan atau melepaskan hasrat biologisnya. Kemana seorang laki-laki untuk melepaskan hasrat seksualnya? Ya tentu saja pada perempuan. Lalu kemana pula seorang perempuan untuk melepaskan nafsu seksualnya (bilogisnya)? Ya tentu saja pada seorang laki-laki.

Dengan menyatunya dua makhluk itu (laki-laki dan perempuan), maka terjadilah pembuahan dan akhirnya memunculkan makhluk yang baru, yaitu seorang anak. Makanya manusia semakin ramai di dunia ini untuk mengisi dunia dan menjadi khalifah di alam semesta ini. Semua makhluk ciptaan Allah (manusia, hewan, tumbuhan, setan, jin) ada yang laki-laki dan ada yang perempuan. Semua makhluk tersebut berkembang biak. Masing-masing cara mereka dalam meneruskan generasinya. Makhluk Tuhan (manusia, hewan, dan tumbuhan) masing-masing cara berkembangbiaknya. Jika kambing, maka sikambing jantan akan naik ke punggung si kambing betina, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dengan manusia itu sendiri? Manusia berdasarkan syariat Islam diberi kebebasan untuk melakukan hubungan badan dengan pasangannya. Akan tetapi jangan melampaui batas (yaitu pada duburnya), karena itu dilarang oleh Allah SWT. Jika Allah SWT sudah melarang, pasti ada sebab-sebabnya. Karena itu janganlah kita lakukan. Mengapa lewat dubur dilarang? Karena anus adalah tempat buang air besar (najis-tinja-bakteri). Nanti akan membahayakan orang tersebut. Baik laki-laki dan si perempuan itu. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 223 yang artinya “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman” (QS. Al-Baqarah: 223).

Kemudian Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Quran surah Al Baqarah ayat 187 yang artinya “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka” (QS. Al Baqarah: 187).

Kedua ayat di atas, sudah cukup menjadi landasan bagi kita, bahwa wanita atau istri kita itu adalah sawah lading bagi kita (pria), maka datangilah ia sesuka anda, tapi ingat jangan lewat dubur. Lalu mengaa banyak orang suka gaya 69? Karena gaya 69 bisa saling merangsangkan alat kelamin, bisa jilat-jilat dan main-main. Masing-masing merasakan kenikmatan yang luar biasa, bagaikan surga dunia di depan mata. Apakah secara agama gaya 69 itu boleh dilakukan? Ya tentu saja boleh, masalah gaya itu bebas, sesuai dengan gaya dan kesukaan kita masing-masing. Sek itu seni, atau keindahan. Kita lah yang mengkreasikannya agar sek itu tidak monoton. Cari gaya-gaya yang cocok atau yang sesuai menurut kesukaan atau keserasian kita. Sek bias kita lakukan di kamar, di laur kamar, di wc, di hotel, di kebun, ya terserah. Yang penting dia istri kita atau suami kita.

Yang selingkuh “dosa masing-masing”……………………….
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours