Bacaan Mandi Wajib Bagi Mahasiswa Yang Perempuan

Dulu usisnya masih kecil dan masih duduk di sekolah dasar, sekarang sudah menjadi mahasiswa di salah satu universitas di provinsi, yaitu Universitas Muhamadiyah di Pontianak Kalimantan Barat Indonesia. Itu hanya contoh saja, ibaratnya cewek tersebut atau mahasiswa tersebut kuliah di sana. (maaf bukan maksud untuk menyinggung instansi terkait, tidak ada maksud tertentu). Usianya sudah dewasa, namun bacaan mandi wajib saja tidak tahu atau tidak pernah belajar. Mungkin guru lagi lupa untuk mengajari, atau memang tidak paham, atau tidak tahu.atau mungkin pada saat guru ngajar, “bolos”.

Jika sudah mahasiswa, sebentar lagi akan sarja, setelah sarjana, tentunya akan kawin atau cari kerja. Setelah dapat kerja, dan gaji yang lumayan serta dapat otor dinas atau rumah dinas, baru kawin. Namun, do’a atau bacaan mandi wajib belum lancar. Tolong donk ajari saya... katanya. Akan kami bantu insya Allah. Bacaannya ada di bawah ini, mari kita baca sama-sama; Bacaannya adalah sebagai berikut;  Do’a mandi wajib “nawaitu rusla liraf-‘il hadasil akbarian jami-‘il badani likhurujil maniyyi minal janabati fardolillahi ta’ala. Artinya aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari seluruh tubuhku karena keluar mani dari jinabat fardu karena Allah Ta’ala”.   

Do’a mandi wajib ini tidak terlepas dari perempuan saja, akan tetapi laki-laki juga yang sudah aqil baliqr juga harus mandi wajib. Agar amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala, dan jika ingin sholat, tidak batal dan sholatnya diterima oleh Allah SWT. Begitu pentingnya mandi wajib ini Allah SWT., berfirman dalam surah An-Nisaa’ ayat 43 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun” (QS. An-Nisaa’: 43). Keteangan: [301]. Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.

Dan pula firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al-Quran surah Al-Baqaah ayat 222, yang artinya “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri[137] dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci[138]. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS. Al-Baqarah: 222). Keterangan: [137]. Maksudnya menyetubuhi wanita di waktu haidh. [138]. Ialah sesudah mandi. Adapula yang menafsirkan sesudah berhenti darah keluar.

Jadi, bersuci itu sangat penting, karena kebersihan itu sebagian dari iman. Ketika kita ingin menemui atau berjumpa denan pacar, pejabat, guru atau kepala sekolah, kita bepenampilan rapi, dan pula memakai minyak wangi, begitu pulalah hendaknya jika menemui Sang Pencipta (ALLAH).
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours