Apakah Secara Agama Gaya Sek 69 Boleh Dilakukan?

Manusia dan hewan demi kelangsungan hidup regenerasi yang baru (menciptakan manusia atau makhluk yang baru) pastinya melakuakn sek. Hubungan sek atau hubungan badan yang penulis maksudkan di sini adalah hubungan yang sah yang direstui oleh agama. Bukan hal yang salah-salah atau yang selingkuh atau curi-curi. Manusia sebenarnya dalam hal melakuakn sek itu sebenarnya belajar dari binatang dalam hal gaya-gayanya itu. Coba perhatikan ada yang namanya gaya 69, ada yang namanya gaya nyamping, ada yang namanya gaya dari belakang, semua itu adalah gaya-gaya dari binatang yang mengajarkan. Manusia melihat dan mempraktekkannya pada lawan jenisnya. Jika dari belakang lihatlah hewan kambing, sapi, dan sejenisnya. Jika ada orang laki-laki yang menjilat vagina istrinya itu seperti kambing atau sapi yang suka menjilat atau mencium vagina kambing betina.

Perempuan di bawah, laki-laki di atas (ayam), nyamping (ular yang melilit-lilit), lewat pantat atau belakang (kambing-anjing-sapi, dan lain-lainnya), sek orang hutan seperti manusia secara umumnya. Lalu bagaimana dengan gaya sek 69, apakah secara agama itu dibolehkan? Untuk menjawab soalan tersebut sebelumnya mari kita lihat sebuah firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 223 yang artinya “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman” (QS. Al-Baqarah: 223). Kemudian Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Quran surah Al Baqarah ayat 187 yang artinya “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka” (QS. Al Baqarah: 187).

Nah, mengenai judul di atas, maka dibolehkan gaya 69 itu, akan tetapi yang dilarang adalah jangan melakukan sek (persetubuhan) lewat anusnya. Karena itu tidak baik secara kesehatan, dan berbahaya bagi si perempuan. Kalau gaya 69 itu-kan hanya memberikan rangsangan sek kepada lawan jenis lewat oral (lidah-mulut) agar kenikmatan sek dapat lebih dirasakan oleh lawan jenis masing-masing. Gaya 69 bisa saling merangsangkan alat kelamin, bisa jilat-jilat dan main-main. Masing-masing merasakan kenikmatan yang luar biasa, bagaikan surga dunia di depan mata. Masalah gaya itu bebas, sesuai dengan gaya dan kesukaan kita masing-masing. Sek itu seni, atau keindahan. Kitalah yang mengkreasikannya agar sek itu tidak monoton. Cari gaya-gaya yang cocok atau yang sesuai menurut kesukaan atau keserasian kita. Sek bias kita lakukan di kamar, di laur kamar, di wc, di hotel, di kebun, ya terserah. Yang penting dia istri kita atau suami kita.

Jika kita sudah mempunyai pasangan yang sah, maka peliharalah hubungan suami istri itu sampai mati. Jika ada yang mati ada yang jadi balu, maka silakan saja kawin lagi, akan tetapi jangan selingkuh. Selingkuh itu tidak baik (dosa). Selingkuh (selingan keluarga utuh) orang bilang. Janganlah kamu dekati zina, karena zina itu perbuatan yang keji. Allah SWT., berfirman dalam surah Al Israa' ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Israa': 32).

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours