Selasa, 07 April 2015

7 Manusia Purba Di Indonesia Yang Istimewa


Manusia purba Indonesia adalah manusia purba atau manusia zaman dahulu yang berada di Indonesia. Mereka tinggal dan hidup secara berkelompok-kelompok dan bertamadun serta berpindah-pindah, yang disebut dengan “nomaden”. Mereka hidup dengan bersahajanya dengan keluarga yang begitu rukun dan mempunyai adat tersendiri. Sekarang ini mungkin dari 7 manusia purba yang hidup di Indonesia masih ada keturunannya, seperti di Solo, Flores, Ngandong, dan lain sebagainya.
Ketujuh jenis manusia purba di Indonesia, yaitu:
1.      Meganthopus Paleojavanicus.
Sedangkan cirri-ciri dari manusia purba jenis Meganthopus Paleojavanicus adalah sebagai berikut: (a) Memiliki tulang pipi yang tebal, (b). Memiliki otot kunyah yang kuat, (c). Memiliki tonjolan kening yang mencolok, (d). Memiliki tonjolan belakang yang tajam, (e). Tidak memiliki dagu, (f). Memiliki perawakan yang tegap, (g). Memakan jenis tumbuhan, (h). Masih tolol.
2.      Pithecanthropus Erectus.
Manusia purba jenis Pithecantropus Erectus mempunyai arti manusia kera yang berjalan tegak. Manusia purba jenis Pithecantropus Erectus ini ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil pada tahun 1891. sedangkan ciri-ciri dari manusia purba Pithecantropus Erectus adalah sebagai berikut: (a). Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm, (b). Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc, (c). Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap meganthropus, (d). Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat, (e). Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat, (f). Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi, (g). Bentuk hidung tebal, (h). Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde, (i). Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang, (j). dan juga masih tolol.
Sedangkan Fosil yang ditemukan dari manusia purba Pithecantropus Erectus berupa tulang rahang bagian atas tengkorak, geraham dan tulang kaki. Dahulu, fosil manusia purba Pithecantropus Erectus ini ditemukan pada masa kala Pleistosen tengah.
3.      Pithecanthropus Robustus.
Mengenai ciri dari manusia purba Pithecanthropus Robustus ini sama dengan jenis manusia purba jenis Pithecantropus Erectus.
4.      Pithecanthropus Mojokensis.
Manusia purba Pithecanthropus Mojokensis juga mempunyai cirri yang sama dengan jenis manusia purba jenis Pithecantropus Erectus.
5.      Homo Soloensis.
Manusia purba Homo Soloensis telah ditemukan Fosilnya di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931-1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Diperkirakan manusia purba Homo Soloensis hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. Manusia purba ini (Homo Soloensis) mempunyai Volume otak sekitar atau mencapai 1300 cc.
Sedangkan cirinya adalah sebagai berikut: (1). Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc, (2). Tinggi badan antara 130 – 210 cm, (3). Otot tengkuk mengalami penyusutan, (4). Muka tidak menonjol ke depan, (5). Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna, (6). Ganteng-Ganteng, (7). Suka sesama jenis.
6.      Homo Wajakensis.
Mengenai ciri dari manusia purba Homo Wajakensis ini sama dengan jenis manusia purba jenis Homo Soloensis.
7.      Homo Florensis.
Manusia purba Homo Florensis juga mempunyai ciri yang sama dengan jenis manusia purba jenis Homo Soloensis.
Sedangkan hasil budaya dari manusia purba ini adalah kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, pahat genggam, alat serpih, dan alat-alat tulang lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...