Kurikulum 2013 Bom Waktu Dunia Pendidikan

Sangat sedih aku sekarang ini Gan, bagaimana nasib anak bangsa kelak dikemudian hari dengan kemajuan teknologi sekarang ini? Mengharapkan kurikulum, sekarang kurikulum edan. Saya bukan tidak menghargai jerih payah para orang pintar di sana. Saya juga bukan tidak menghormati apa-apa yang telah mereka lakukan. Tapi coba perhatikan saat ini, dengan adanya kurikulum 2013 ini, apa maksudnya semua itu? Contoh:
  1. bahasa inggris untuk anak sd ditiadakan hanya dimasukkan ke ektrakurikuler.
  2. anak tidak ada yang tinggal kelas, semuanya naik dengan syarat remedial-remedial, remedial. Menurut mereka tidak ada anak yang “bodo”.
  3. guru jika memarahi atau menjewer anak “HAM” yang bicara, guru di denda 7-10 juta, diberhentikan atau di pecat atau pula di mutasi.
  4. pelajaran yang tidak penting “jamnya bertambah”.
  5. pelajaran yang penting “jamnya sedikit”.
  6. buku saja yang teramat penting itu, belum ada hingga saat ini. Katanya jika tidak datang ke sekolah setelah tanggal 31 agustus buku di fhotokopi dengan menggunakan dana bos.
  7. sedangkan buku beli ke dinas, mematikan pihak-pihak penjual (monopoli).
  8. untuk smp, pelajaran tik kelas satu tidak ada, apa maksudnya. Sedangkan sekarang zaman globalisasi. Seharusnya anak itu harus diajarkan sejak dini. Baik itu bahasa inggris, seharusnya sejak PAUD sudah ada pelajaran bahasa inggris meskipun hanya dasar dan perkenalan.
  9. hp yang murah saja sudah ada program androidnya, akses internet cepat dan mudah. Fulsa bisa paket-an lagi. Dengan akses yang mudah seperti itu, anak-anak kita hanya bisa dan pandai main game online, facebook, twiteran, wicath-an, line-an, dan bbm-an, dan lain-lainnya. Jadi apa pandainya anak-anak kita. Siapa yang akan memimpin negara ini. “Orang-orang asing?”.
  10.  sedangkan pada tahun pelajaran 2009-2010 diperkirakan ada pelatihan bahasa inggris untuk guru-guru sd, tapi kenapa sekarang tidak ada pelajarannya. Jadi untuk apa semua itu? Menghabiskan uang saja.
  11. bagi anak-anak orang kaya (menengah ke atas) mereka akan di ekstarkan oleh orang tua mereka, sedangkan anak-anak menengah ke bawah. Apa yang bisa mereka lakukan? Les? Mana uangnya lagi, semua itu buat makan.
  12. mengapa TKI kita banyak masalah di luar negeri? Katanya dari skil “bahasa”. Tapi mengapa pelajaran bahasa asing (bahasa inggris) buat anak sd hilang menjadi ektra?
  13. molok budi pekerti atau adat. “hilang juga”, makanya anak-anak kita tidak punya adat.
  14. tolonglah lihat ke bawah, jangan lihat ke atasnya saja.
  15. dan banyaklah alasan-alasan lain. Tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah, tolonglah,
  16. seberapa banyak harus kami ucapkan Pak?
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours