Bacaan Mandi Wajib Anak Smp Yang Laki

Remaja saat ini hanya suka hura-hura, atau poya-poya. Mereka hanya tahu suka saja, tidak memikirkan beras dan bbm yang mahal. Mereka hanya asik pacaran satu sama lain, pergi dari rumah dan bahkan lari dari rumah demi kepuasan diri. Sedangkan orang tua sibuk kerja cari uang buat anak-anaknya, demi masa depan anaknya. Ada yang gara-gara facebook minggat, ada yang gara-gara twitteran “minggat”, gara-gara sms-an “kabur”, gara-gara BBM-an “lari”, dan banyak lagi hal lainnya. Saat ini dengan sibuknya orang tua mencari uang untuk kebutuhan hidup dan untuk anak-anaknya, hingga bacaan mandi wajib saja tidak diajarkan ke anaknya. Begitu juga dengan guru agama Islam di sekolah, tidak sempat lagi untuk mengajarkan bacaan mandi wajib buat siswa-siswanya yang laki atau yang perempuan. Mengapa semua itu bisa terjadi? Karena tidak ada pelajarannya, guru terikat dengan kurikulum, apalagi dengan kurikulum sekarang (kurikulum 2013), pelajaran agama hanya sedikit waktunya. Entah apa maunya pemerintah tu.

Apalagi anak dibelikan motor, mereka semakin jauh perjalanannya. Hingga sholat ataupun ibadah lainnya tidak lagi dikerjakan apalagi bacaan mandi wajib. Mereka pikir mereka belum nikah, padahal mandi wajib itu sejak akil baliqh, berarti paling tidak udah sunat, harus hafal di dalam kepala. Disini peran orang tualah yang paling utama, akan tetapi orang tuanya juga tidak hafal, karena dulu saja pakai catatan mau nikahnya. Dan dibantu oleh Pak Lebai atau Pak Haji. Sedangkan pada saat anak usia 7 tahun harus sudah diajari untuk sholat, disuruh sholat, berarti pelajaran agama harus sejak dini kita berikan pada anak. Maka bacaan mandi wajibpun sudah kita ajarkan pada anak kita. Jadi bagaimana upaya yang harus kita lakukan selaku orang tua? Dan upaya apa yang harus dilakukan oleh guru agama Islam di sekolah untuk mengatasi masalah tersebut? Jika anak-anaknya atau murid-muridnya tidak tahu membaca do’a mandi wajib!

Upaya yang harus dilakukan oleh orang tua adalah, menyuruh anaknya belajar kepada orang lain yang lebih tahu, jika orang tua tidak tahu atau tidak ada waktu untuk mengajari anak-anaknya. Diprivatkan atau dileskan pada Pak Haji atau Pak Ustad, atau menyekolahkan anak-anaknya pada sekolah agama (MI, MTs, MA, dan sejenisnya, hingga kuliahnya). Sedangkan upaya dari guru agama Islam di sekolah adalah mengajarkan bacaan mandi wajib ke anak meskipun tidak termuat di dalam silabus atau kurikulum, mengajukan pertanyaan kepada anak (siswa) apakah ada yang sudah hafal bacaan mandi wajib tersebut, kemudian berikan catatan di papan tulis bacaan tersebut, 3 hari kemudian ditanya di depan kelas, atau anak-anak di leskan (privatkan) pada sore hari atau alam hari (terserah memilih waktu).

Lalu apa bacaan mandi wajib tersebut setelah saya bicara panjang lebar? Bacaannya adalah sebagai berikut; Do’a mandi wajib laki-laki, “nawaitu rusla liraf-‘il hadasil akbarian jami-‘il badani likhurujil maniyyi minal janabati fardolillahi ta’ala. Artinya aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari seluruh tubuhku karena keluar mani dari jinabat fardu karena Allah Ta’ala”.     
       
Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua,
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours