Bacaan Mandi Wajib Anak Sma Yang Laki
Sebagaimana hadits Rasulullah SAW., yang berbunyi “annazhofatu minal iman” yang artinya “kebersihan adalah sebagian dari iman”. Semua orang pastinya suka akan kebersihan, baik itu di sekolah, di rumah atau pun di kantor, di mobil, di taman, di hotel, di tempat hiburan, pasar dan lain sebagainya. Lalu bagaimana jika tidak bersih? Pastinya kita tidak suka, begitu juga dengan orang lain.

Bagaimana jika badan kita kotor karena tanah, debu, cat atau tinta? Kita pastinya mandi bukan! Kita akan mandi dan pasti akan menggunakan sampo, sabun, dan lain sebagainya. Semua itu kita lakukan agar bersih dan wangi. Kemudian, mengenai judul di atas, perhatikan firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al-Quran surah An Nisaa' ayat 43 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun” (QS. An Nisaa': 43). Keterangan: [301]. Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.

Perhatikan firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al-Quran surah Al Baqarah ayat 222 yang artinya “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri[137] dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci[138]. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS. Al Baqarah: 222). Keerangan: [137]. Maksudnya menyetubuhi wanita di waktu haidh. [138]. Ialah sesudah mandi. Adapula yang menafsirkan sesudah berhenti darah keluar.

Perhatikan firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al-Quran surah Al Maa'idah ayat 6 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur” (QS. Al Maa'idah: 6). Keterangan: [403]. Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air. [404]. Artinya: menyentuh. Menurut jumhur ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin ialah: menyetubuhi.

Nah, setelah membaca ayat di atas, betapa penting mandi, baik bagi laki-laki dan perempuan. Namun yang penulis maksudkan disini adalah mandi wajib. Mandi wajib disebabkan oleh beberapa hal diantaranya; mimpi basah, keluar mani dengan sengaja ataupun tidak (onani, nonton Bf, menghayal), nifas (melahirkan), haid, dan intim, atau pelecehan sek sual. Jadi harus mandi wajib. Mandi wajib itu ada bacaanya, bacaanya adalah sebagai berikut; Do’a mandi wajib baik laki-laki, “nawaitu rusla liraf-‘il hadasil akbarian jami-‘il badani likhurujil maniyyi minal janabati fardolillahi ta’ala. Artinya aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari seluruh tubuhku karena keluar mani dari jinabat fardu karena Allah Ta’ala”.     
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours