7 Sumpah Allah Di Dalam Al Quran

1.      demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun [1587],
2.      dan demi bukit Sinai[1588],
3.      dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
4.      Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5.      kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
6.      kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
7.      Maka Apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
8.      Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?

[1587] Yang dimaksud dengan Tin oleh sebagian ahli tafsir ialah tempat tinggal Nabi Nuh, Yaitu Damaskus yang banyak pohon Tin; dan zaitun ialah Baitul Maqdis yang banyak tumbuh Zaitun.
[1588] Bukit Sinai Yaitu tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Tuhannya.

(QS. At Tiin: 1-8).

1.      demi masa.
2.      Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3.      kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-‘Ashr: 1-3).

1.      demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
2.      dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
3.      dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
4.      Maka ia menerbangkan debu,
5.      dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
6.      Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
7.      dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
8.      dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta[1597].
9.      Maka Apakah Dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
10.  dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
11.  Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui Keadaan mereka.

[1597] Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud ayat ini Ialah: manusia itu sangat kuat cintanya kepada harta sehingga ia menjadi bakhil. (QS. Al ´Aadiyaat: 1-11).

1.      demi waktu matahari sepenggalahan naik,
2.      dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),
3.      Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu[1581].
4.      dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)[1582].
5.      dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.
6.      Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?
7.      dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1583], lalu Dia memberikan petunjuk.
8.      dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
9.      sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang.
10.  dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.
11.  dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.

[1581] Maksudnya: ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w. terhenti untuk Sementara waktu, orang-orang musyrik berkata: "Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadaNya". Maka turunlah ayat ini untuk membantah Perkataan orang-orang musyrik itu.
[1582] Maksudnya ialah bahwa akhir perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. ada pula sebagian ahli tafsir yang mengartikan akhirat dengan kehidupan akhirat beserta segala kesenangannya dan ula dengan arti kehidupan dunia.
[1583] Yang dimaksud dengan bingung di sini ialah kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad s.a.w. sebagai jalan untuk memimpin ummat menuju keselamatan dunia dan akhirat. (QS. Adh Dhuhaa: 1-11).



Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours