7 Kerugian Kurikulum 2013 Dunia Pendidikan Ajang Bisnis

Jika kita bicara mengenai kurikulum, kurikulum di Indonesia ini suka berubah-rubah. Entah apa maksudnya. Mereka bilang menyesuaikan dengan keadaan atau perkembangan zaman. Mereka bilang kurikulum yang lalu tidak cocok, tidak sesuai, tidak pantas, dan lain sebagainya. Kurikulum hanya untuk uji coba saja. Guru dan siswa menjadi kelinci percobaan di dunia pendidikan. Dan mungkin agak terlalu kasar jika kita (penulis) mengatakan bahwa pendidikan ajang bisnis. Sejak penulis sekolah dasar, menikmati kurikulum CBSA (cara belajar siswa aktif) atau dengan kata lain catat buku sampai habis. Setelah itu kurikulum Suplement 1994. itulah kurikulum yang dinikmati oleh penulis. Dan setelah itu, perubahan kurikulum tidak berhenti disini, setelah itu KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) atau dengan kata lain “kurikulum kate siape”.

Sekarang ini, kita dihadapkan lagi dengan kurikulum baru yang bernama “kurikulum 2013”. Entah apa isinya, yang penulis tahu adalah “pelajaran bahasa inggris untuk anak sd tidak ada lagi, hanya masuk di ekstrakurikuler saja, mulok budi pekerti atau adat dan tradisi tidak ada, siswa tidak ada yang tinggal kelas, nilai menggunakan a, b, c, dan d, siswa yang kreatif, jika untuk smp tik tidak ada, pelajaran agama khusus kelas 1 tidak ada, dan banyak lagi yang lainnya”. Dan akhirnya bisa kita lihat, jika kurikulum ini lanjut maka akan kita dapatkan seperti di bawah ini:    
1.      Guru tidak semangat untuk ngajar. Karena apa? Karena guru sibuk terus membuat perangkat dan lain-lain sebagainya (prota, promes, silabus, rpp, analisis, evaluasi, dan lain sebagainya). Guru tidak semangat lagi untuk  ngajar disebabkan juga siswa naik kelas terus, memang ada remedial, akan tetapi bagaimana yang sekolahnya hanya 2,3 hari dalam seminggu, atau melawan guru, dan lain sebagainya. Ham yang bicara, jika guru menjewer dan lain sebagainya.
2.      Kompetisi siswa berkurang. Mengapa? Karena yang bodo aja naik kelas, yang nakal aja naik kelas, jadi yang pintar, buat apa mereka belajar, mereka akan mencontoh yang nakal atau bandel. Dan mereka akan bilang “pak, yang nalak saja naik, dia tidak masuk saja naik, kami yang belajar, yang betul-betul belajar, biasa-biasa saja”. Mereka akan berkata seperti itu. Ketika orang tuanya menyuruh mereka belajar, anak mereka menyahut “pak-pak, yang malas saja naik kelas, buat apa belajar, ya pasti naik kan”.
3.      Siswa akan menjadi bodo.
  1. Tidak adanya pelajaran bahasa inggris di sekolah dasar.
  2. Tidak adanya pelajaran mulok adat dan tradisi di sekolah dasar.
  3. Tidak adanya pelajaran TIK di SMP.
4.      Jika kurikulum ini berjalan terus tanpa di ubah, maka tunggulah kehancuran Indonesia. Yang sedih adalah masyarakat menengah ke bawah.
5.      Indonesia akan dikuasai oleh orang-orang dari luar, rakyat jadi kuli dan penonton.
6.      Siswa tidak respec kepada guru.
7.      Calon guru TIK dan B. Inggris ke mana?

Itulah 7 kerugian kurikulum 2013 di dunia pendidikan, mungkin banyak lagi kerugian-kerugian yang lainnya. Penulis kasihan dengan anak bangsa nantinya, jika kurikulum ini tetap bertahan dan terus diajarkan kepada anak didik. Jika sebuah proyek, yang baik-baik saja demi kemajuan anak bangsa. Jika penulis salah, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wasalam penulis.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours