7 Jengkal 7 Depa Maknanya

Manusia diciptakan dengan sempurna. Karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna Tuhan ciptakan di dunia ini disamping makhluk ciptaan-Nya yang lain. Sebagaimana firman-Nya di dalam Al-Quran surah Al-Kahfi ayat 37 yang artinya “Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” (QS. Al Kahfi: 37).

Kemudian Allah Ta’ala juga berfirman dalam Al-Quran surah Al-Israa’ ayat 70 yang artinya “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS. Al Israa': 70). Keterangan: [862]. Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.

Dalam surah At-Tiin ayat 4 Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman yang artinya “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At Tiin: 4).

Itulah beberapa pernyataan Allah dalam Al-Quran yang menerangkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Dengan sempurnanya manusia apa-apa yang Allah ciptakan pada tubuhnya pasti ada manfaat dan hikmahnya. Misalnya mata, untuk melihat, hidung untuk berbafas, telinga untuk mendengar, mulut untuk bicara, lidah untuk merasa, sedangkan kulit untuk meraba.

Lalu bagaimana dengan jengkal atau depa? Jengkal adalah ukuran yang menggunakan jari antara jari jempol dan jari kelingking atau jari tengah. Sedangkan depa adalah ukuran yang menggunakan tangan yang dibentangkan. Makna dari 7 jengkal dan 7 depa adalah segala sesuatu ukuran yang ada di dunia ini berasal dari tubuh manusia. Itu adalah sebuah hikmah dengan apa yang Allah ciptakan. Misalnya dengan mengukur jarak lainnya adalah dengan kaki. Misalnya 1 kaki, 2 kaki, 3 kaki, dan seterusnya.

Semakin berkembangnya kebutuhan manusia, maka diciptakanlah yang namanya meteran. Sedangkan pada meteran tersebut juga terdapat ukuran kaki yang disebut fiet. Perhatikanlah firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al-Quran surah Al-Haaqqah ayat 32 yang artinya “Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta” (QS. Al Haaqqah: 32). Nah, jika kita hubungkaitkan dengan judul di atas, bahwa Allah saja menggunakan ukuran tangan, yaitu “hasta”. Ukuran hasta ini adalah panjang antara siku ke ujung jari. Diperkirakan sekitar 50 cm (centimeter).   

Setelah terciptanya ukuran panjang yaitu penggaris, meteran, dan lain-lainnya. Apakah masih ada orang-orang yang menggunakan jengkal atau depa untuk mengukur sesuatu? Pastinya ada, karena jengkal atau depa tidak akan pernah hilang dari kehidupan manusia, dan pula cara penggunaannya begitu mudah dan praktis sekali.
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours