Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Saat Hari Raya Lebaran

Umat Islam di seluruh dunia telah melaksanakan rukun Islam yang ke tiga, yaitu puasa Ramadhan. Setelah puasa Ramadhan, tiga hari menjelang hari raya Idulfitri umat Islam di seluruh dunia juga berkewajiaban untuk membayar zakat. Zakat apa itu? Tiada lain adalah zakat fitrah. Apa tujuan dari zakat fitrah itu? Tujuannya adalah untuk membersihkan harta kita dan memperlancar pahala ibadah puasa kita serta pahala-pahala yang lainnya. 

Setelah membayar zakat, yang sering dilakukan dipedesaan adalah setelah nujuh likur atau hari ke 27 pada bulan Ramadhan. Berarti hari lebaran tinggal 3 hari lagi. Pada sebulan penuh umat Islam tidak makan siang apalagi minum. Hanya berganti makan dan minumnya, pada bulan Ramadhan ini, makannnya malam dan sore hari menjelang malam, kira-kira pukul 17.56, atau 57 menit. Seperti itulah yang kita lakukan selama satu bulan penuh, apakah 29 hari atau 30 hari.

Perlu kita ketahui bahwa ada sebuah hadits yang berbunyi “sumu tasbihu” yang artinya “berpuasalah kamu agar kamu sehat”. Nah, dengan puasa sebenarnya menyuruh kita sehat, bukan sebaliknya. Ini bukannya sehat, tapi malah sakit, banyak orang yang sakit. Kenapa? Apakah haditsnya yang salah atau orangnya yang salah? Ya orangnya yang salah, nabi mengajarkan kepada kita bahwa pada saat berbuka, makan kurma terlebih dahulu dua atau tiga butir, minum sedikit (seteguk atau dua teguk), kemudian sholat, baru makan secukupnya. “makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang” itu teori makannya Nabi. Ini kita tidak, makan dan minum kekenyang-kenyangnya hingga nafas menjadi sesak. Orang puasa menjadi diet, ia menjadi gemuk, terbalik ya.

Nah, sekarang sebenar lagi kita akan lebaran. Waspadai 7 penyakit yang berbahaya, bisa jadi membawa kita pada kematian, contohnya adalah penyakit di bawah ini:     

  1. sakit perut
  2. sakit kepala
  3. maag
  4. strok
  5. darah tinggi
  6. gula darah (kencing manis)
  7. sakit jantung

dari 7 penyakit di atas, salah satu penyakit akan hinggap di tubuh kita. Jika kita tidak mengatur pola makan pada saat hari raya. Kenapa? Karena di hari raya, kita makan seenaknya saja, kita makan sepuas-puasnya karena selama 1 bulan penuh tidak makan siang. Dan pula, pada hari raya ini, makanan serba ada, dibeli semuanya, seperti ayam, sapi, atau dagin yang lainnya. Nanti minum juga sama, berkalori tinggi atau ber gas, gula, dan lain sebagainya.

Jadi pesan saya, hati-hatilah, karena yang kita makan sekarang ini serba kimia. Kita dan anak-anak kita “besar dan tumbuh karena kimia” atau “besar-besar oleh kimia”.   
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours