7 Gunung 7 Lautan

Dari mana harus memulainya? Dari mana aku harus mengawali tulisan ini? Dalam kehidupan manusia penuh dengan panca roba, segala suka dan duka datang silih berganti. Dan kadang musibah atau penyakit serta bala itu datang dalam kehidupan tanpa kita sadari atau tanpa diundang. Seperti kata pepatah “tuah datang tidak bergolek, malang datang tidak berbau”.

Suatu hari, terjadilah kebakaran di kampung sebelah. Rumah seorang yang kaya hangus terbakar karena hubungan pendek (konsleting). Lagi pula orang rumah tidak ada di rumah. Segala harta benda dan uang hangus terbakar semuanya menjadi abu. Betapa sedihnya orang kaya tersebut. Padahal orang kaya tersebut merupakan orang yang baik dan dermawan. Akan tetapi Allah merencanakan lain, apa yang kita tidak ketahui.

Salah seorang mengetahui hal itu dan mengatakan “Ya Allah kasihan sekali bapak itu ya, nauzu billahi minzalik, tujuh gunung tujuh lautan intarenye (batasnya)”. Nah, yang penulis maksudkan  dengan 7 gunung 7 lautan itu bukan nama-nama dari 7 gunung atau lautan. Yang penulis maksudkan adalah 7 gunung 7 lautan ini adalah serapah (petua) yang diucapkan dalam tradisi melayu Sambas agar terhindar dari bencana apa pun seperti yang orang-orang alami. Dalam artian lain kata “7 gunung 7 lautan” ini umpama sebuah do’a. Contohnya, misalkan ada anak yang sakit berat, tapi itu anak dari tetangga kita.

Sedangkan kita juga punya anak yang sama besar seperti dia. Jadi kita tidak menginginkan perkara seperti itu terjadi pada anak kita. Lalu kita mengucapkan petua melayu tersebut seperti “Ya Allah, jauhkanlah penyakit itu dari anakku, 7 gunung 7 lautan batasnya”. Nah, seperti itulah yang biasanya diucapkan oleh orang-orang khususnya melayu Sambas yang dulu-dulu. Anak-anak generasi sekarang mungkin tidak mengetahuinya sama sekali. Dan pula, mereka sudah tidak mempercayai hal-hal seperti itu, apalagi yang bersifat tahayul bagi mereka. Maklum mereka anak modern, anak sekolahan, anak kuliahan, anak melenium, dan anak abad 20.    
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours