Nyawa Terbang Gara Gara Makan Durian

Seminggu yang lalu Senin tanggal 14 Juli 2014 di Desa Sei Kelambu telah meninggal dunia seorang laki-laki yang berusia sekitar 45 tahun, bernama “M”. Ia adalah seorang tokoh masyarakat desa tersebut. Seperti biasa tidak terlihat bahwa beliau akan pergi secepat itu, karena tidak ada gejala-gejala beliau sakit. Bulan Ramadhan ini banyak sekali orang-orang yang telah pulang kerahmatullah. Maka sangat beruntunglah kita masih diberi kesempatan oleh Allah Swt., untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, khususnya puasa, tarawih, witir, dan tadarus serta banyak lagi ibadah-ibadah lainnya.

Ceritanya bermula, hari itu sangat cerah, udaranya sangat panas sekali. Semua orang merasakan haus yang sangat luar biasa. Maklum sudah beberapa hari tidak turun hujan (musim kemarau). Lagi pula di Desa Sei Kelambu tersebut telah diadakan perbaikan jalan, hingga kapung tersebut menjadi berdebu. Keadaan yang panas dan gerah tersebut juga dirasakan oleh saudara “M”. Namun ia tetap bekerja seperti biasanya meskipun cuaca hari itu sangat panas.

Tidak lama kemudian, waktu yang dinanti sudah tiba yaitu “buka puasa”. Sajian atau kue-kue untuk berbuka macam-macam, ada bakwan, korket, kue lapis atau naga sari serta minumnya cincau dan air tahu. Dan yang tidak terlupakan adalah menu durian. Setelah berbuka saudara “M” memakan durian, setelah ia memakan durian beberapa biji, ia merasakan pusing. Ia mengira pusing biasa, kemudian ia memakan obat sakit kepala “paramex”. Tidak lama kemudian bukannya sakitnya yang berkurang, akan tetapi semakin parah. Ia seperti keracunan, pertolongan pertama pun dilakukan dengan cepat yaitu di bawa kerumah sakit. Akan tetapi tuhan berkehendak lain, ia dipanggil oleh Allah Subhanahu Wata’ala, karena Tuhan lebih sayang kepadanya.

Setelah diusul periksa secara medis, ternyata beliau ada gejala darah tinggi. Jadi yang menyebabkan ia meninggal adalah durian tersebut yang dibarengi dengan minum obat. Durian mengandung gas dan panas, sedangkan obat paramex dosisnya tinggi. Peraturan untuk sakit kepala orang dewasa adalah dua butir. Dua butir itu sudah 1000 mg kandungannya. Semua itu adalah penyebab meninggalnya saudara “M”. Innalillahi wainna ilaihirojiun, kullu nafsin ja ika tul maut, setiap yang hidup akan merasakan mati.

Jadi pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian di atas adalah, ketika berbuka, jangan dulu makan durian. Jika makan durian jangan berlebih-lebihan. Jika makan durian merasakan pusing, jangan minum obat, lebih baik dimuntahkan agar racunnya hilang, dengan cara memasukkan jari ke dalam mulut. Jika makan durian jangan lupa selesainya minum sedikit air garam menggunakan kulitnya (kulitnya dijadikan gelas). Jika ada menu durian dan air ektrajos atau air kelapa, usahakan makannya di atur waktunya, paling tidak dua jam setelah minum air kelapa, begitu juga sebaliknya. Karena jika disatukan maka ia akan menjadi racun di dalam tubuh kita, jika kita melakukan hal yang sama, maka fatal akibatnya.

Jika itu terjadi pada kita atau keluarga kita, cepat-cepat lakukan pertoongan pertama yaitu dengan memuntahkan kembali durian yang telah dimakan tersebut, kepala-belakang-pundak-diurut-urut dengan bawang merah, agar anginnya keluar. Semoga bermanfaat, terima kasih.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours