7 Kebiasaan Unik Menyambut Hari Raya

Hari raya Idul Fitri atau Idul Adha sebentar lagi, jarak antara hari Raya Idul Fitri ke hari Raya Idul Adha hanya sekitar dua bulan saja. Jika dalam bulan Ramadhan ini seluruh umat Islam akan menyambut hari Raya Idul Fitri dengan senang dan gembira sebagai perwujudan hari kemerdekaan telah berhasil menjalankan ibadah kepada Allah dan telah berhasil melawan hawa nafsu selama sebulan penuh. Akan tetapi Nabi Muhammad Saw., jika bulan Ramadhan akan berakhir beliau bersedih, karena pada bulan ini (Ramadhan) penuh dengan berkah, rahmat dan sebagainya, yang tidak ada di bulan yang lainnya.

Lain halnya dengan kita, apa lagi yang tidak puasa, mereka yang suka-sukanya menyambut hari kemenangan ini, mereka asik memainkan mercun sebanyak-banyaknya seperti orang-orang kafir saja layaknya. Kita saja yang puasasebulan penuh, belum tentu banyak mendapatkan pahala dari Allah Swt. Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ta’ala berkata: ‘Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku’.” (Shahih, HR. Muslim).

Maka dari Itulah kita menjaga puasa dengan sebaik-baiknya agar pahala puasa itu tetap 100% hingga kita berbuka, dan bahkan hingga ke lebaran Idul Fitri. Sekarang lebaran Idul Fitri sebentar lagi, mari kita lihat keunikan dalam menyambut hari raya tersebut. Keunikan menyambut hari raya Idul Fitri itu ada 7, diantaranya ialah;  
1.      membunyikan meriam bambu. Kebiasaan yang pertama adalah mebunyikan meriam bambu, dimana-mana anak-anak suka sekali memainkan meriam bambu. Jika di Pontianak juga memainkan meriam yang sangat besar. Mereka berlawan dari seberang ke seberang dengan meriam raksasanya. Namun dengan perkembangan zaman ini, meriam bambu telah dibuat aak-anak dengan meriam paralon atau kaleng yang dijual sekitar 40.000 hingga 70.000 dipasar Tebas dan Pemangkat Kabupaten Sambas.
2.      membunyikan petasan sebanyak-banyaknya. Membunyikan petasan sebanyak-banyaknya tidak asing lagi bagi anak-anak. Setiap perayaan apapun baik Islam atau pun hari raya agama lain, anak-anak pasti memainkan mercun atau petasan. Jika kita umat Islam, lebih baik jangan, karena itu bukan kebudayaan agama Islam.
3.      memasang pelita sepanjang jalan. Demi menghias kampung yang gelap, yang mungkin listriknya masih belum masuk. Maka dipasanglah sepanjang jalan pelita yang terbuat dari kaleng obat atau dari bambu (obor). mAka kampung menjadi indah dan sedap dipandang mata.  
4.      takbir keliling. Jika malam terakhir Ramadan atau ingin menyabut hari raya Idul Adha, biasanya dikampung-kampung panitia masjid melaksanakan takbir keliling demi memeriahkan hari lebaran (Syawal-Haji).
5.      menjalankan infak keliling. Anak-anak senang sekali menjalankan infak keliling pada saat takbiran bersama-sama. Dari rumah ke rumah mereka membawa tong amal demi mengumpulkan uang infak dari warga.  
6.      membuat nasi lemang atau lontong. Nah yang ini adalah ciri khas menyambut raya atau lebaran yaitu membuat lontong atau lemang (di medan, atau sumatra).
7.      membersihkan rumah atau masjid. Membersihkan masjid atau rumahpastinya dilakukan oleh masyarakat setempat. Jika membersihkan masjid itu dilakukan secara gotong-royong oleh para remaja masjid dan tokoh masyarakat. Kemudian setelah selesai di masjid, pulang ke rumah untuk membersihkan rumah yang setahun sekali baru dibersihkan.

Nah, itulah 7 kebiasaan unik dalam menyambut hari raya (baik itu hari raya Idul Fitri atau hari raya Idul Adha).
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours