PIKET DI BI

Hari ini aku datang agak telat
Gara-gara jalan macet
Dan juga hujan lumayan lebat
Sedangkan mantel ku udah sekarat

Ibu menyuruh ku piket
Bersama Bapak “ S “ di ruang empat
Anak-anak sama Bapak “ S “ takut
Mereka diam bagai gajah menginjak semut
Karena mereka ibarat semut

Anak-anak tersenyum pada ku
Aku pun tersenyum pada mereka dengan lugu
Ketika Bapak “ S “ keluar pintu
Anak-anak saling pandang kearah ku
Begitulah keadaan anak-anak jika ada aku
Waktu terus berlalu
Istirahat bentar lagi menunggu

Jam ke dua tiba
Aku piket diruang satu sama ibu “ M “
Baru saja aku masuk anak-anak pada bersorak
Horee ,,, horeee ,,, horeee ,,,
Bapak ngawas ,,,

Tadi sebelum masuk
Mereka bilang pada ku
Apakah Bapak ngawas
Jawab ku ,,,
Tidak ,,,

Ternyata aku ngawas beneran
Mereka senang sekali aku yang ngawas
Ku tahu karena mereka mudah untuk diskusi
Kalau dengan gurunya mereka pasti takut
Kalau guru PPL mereka tidak takut
Apalagi aku ,,,

Kata mereka ya, sama-sama diuntungkanlah
Bapak perlu nilai
Kami juga perlu nilai
Jadi kita sama-sama butuh nilai
Dan ,,,
Bapakkan pernah juga jadi siswa
Kata salah seorang dari mereka
Hati ku hanya bisa mengiyakan

Waktu terus berjalan
Anak-anak pada serius mengerjakan soal
Ada yang pusing
Ada yang semraut rambutnya
Ada yang toleh kiri
Toleh kanan
Toleh belakang lihat depan ,,,

Celengngak-celengnguk ,,,
Celengngak-celengnguk ,,,
Bagaikan mencari sesuatu yang hilang
Apa juga yang hilang
Apa juga yang dicari
Jawabannya sudah ada
Silang-silang aja
Kolom-kolom aja
Apa susahnya
Yang pentingkan selesai

Nyontek sama kawan
Niru punya teman
Kawan juga tidak tahu
Hasilnya juga sama
Siapa tahu dia bohong ,,,
Iya khan ,,,,


Selasa, 6 Desember 2011








  












Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours