Apakah Yang Dimaksud dengan Ru’yah?

Ru’yah adalah Ru’yatul Hilal (melihat bulan) yaitu bulan sabit tanggal 1 bulan Qamariyah dengan mata kepala. Untuk melakukan ru’yah ini memerlukan persyaratan tertentu, sehingga tidak sembarang orang dapat melakukannya.
Hal ini telah dijelaskan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh lima ahli hadits kecuali Ahmad dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Telah datang seorang laki-laki Badui kepada Nabi Muhammad SAW, lalu ia berkata: “Sesungguhnya aku telah melihat Hilal (bulan pertaa Ramadhan)”. Kemudian beliau bertanya: “Adakah engkau bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah?”. Ia menjawab: “Ya”. Lalu beliau memerintahkan kepada Bilal: “Hai Bilal, serukanlah (beritahukanlah) hal itu kepada orang banyak agar esok hari mereka berpuasa”.
Demikian juga dalam menentukan akhir bulan Ramadhan yaitu dengan melihat bulan sabit pada tanggal 1 Syawal. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Umar ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda: “Apabila kamu melihat bulan Ramadhan hendaklah kamu berpuasa, dan apabila kamu melihat bulan Syawal hendaklah kamu berbuka. Maka jika tidak tampak olehmu hendaklah kamu perhitungkan julah dari dalam satu bulan”.
Penetapan bulan Ramadhan dengan ru’yah ini juga berdasarkan firman Allah Swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 185, yang artinya : “Maka siapa di antara kamu sekalian yang menyaksikan awal Ramadhan haruslah ia berpuasa”.

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours