Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur

  1. Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur

Puasa Raadhan itu wajib hukunya. Barang siapa yang mengingkari kefardhuan, maka orang tersebut adalah kafir atau murtad. Orang tersebut harus diperintahkan untuk bertubat, apabila ia mau bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka taubat itu akan diterima oleh Allah Swt., akan tetapi jika ia tidak mau bertaubat, maka ia harus dibunuh dengan had.
Puasa Ramadhan boleh ditinggalkan apabila ada udzur, tetapi wajib mengqadha puasa tersebut pada hari yang lain. Barang siapa yang meninggalkan puasa tanpa udzur, sedang ia tidak mengingkari kefardhuan, artinya ia mengetahui bahwa puasa itu wajib tetapi ia tidak mau mengerjakan puasa, maka orang itu disebut fasik. Orang tersebut harus dicegah dari makan dan minum pada hari siang hari supaya ia berpuasa, walaupun yang berpuasa itu hanya lahirnya saja dan bukan bersama dengan hatinya. Caranya adalah salah seorang muslimin mengawasi orang tersebut, bisa juga ia dikunci di kamar dan apabila waktu magrib telah tiba, maka ia diperbolehkan untuk makan dan minum. 

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours